Kamis 27 Februari 2020, 08:55 WIB

Mau Bersinergi, Semarang Bebas Banjir

HT/CS/DW/RZ/AD/AS/YH/N-2 | Nusantara
Mau Bersinergi, Semarang Bebas Banjir

Antara/Hafidz Mubarak (Mustholih)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi

 

JAKARTA seharusnya belajar ke Semarang. Sinergi wali kota, gubernur, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuat ibu kota Jawa Tengah itu terhindar dari banjir sejak 2019.

"Sejumlah proyek infrastruktur dari Kementerian PU-Pera, yang didukung anggaran Kota Semarang dan Pemprov Jawa Tengah, membebaskan kami dari banjir dan rob," aku Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin.

Semarang siap kala hujan deras datang karena memiliki 49 rumah pompa. Fungsinya ialah menyedot genangan air dan membuangnya ke laut. Wali kota juga menyiagakan truk penyedot air portabel khusus untuk menyedot genangan di Jalan Kaligawe.

Banjir besar, lanjutnya, sudah diantisipasi. Jika ada banjir karena curah hujan tinggi, bisa langsung disedot dengan pompa.

Proyek besar yang juga sudah dituntaskan ialah normalisasi Kanal Banjir Timur pada akhir 2019. Proyek lain ialah Bendung Gerak Kanal Banjir Barat dan normalisasi Kali Tenggang dan Sringin.

Rob sudah teratasi dengan adanya tanggul. Semarang juga membangun kolam retensi di Rusunawa Kaligawe dengan kapasitas 66.000 meter kubik, juga membangun pintu muara dan polder di Kali Tenggang.

Alhasil, proyek-proyek kerja sama pusat dan daerah itu sukses mengatasi banjir dan rob yang selalu melanda Kota Semarang. Tidak ada lagi banjir di Stasiun Tawang atau kawasan rendah lain seperti Kaligawe, Tambakharjo, atau Sawah Besar sejak 2019.

Tahun ini, banjir besar melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo menyebutkan kerusakan lingkungan di wilayah hulu menjadi penyebab utamanya.

"Karawang selatan yang merupakan dataran tinggi harus tetap dijaga kelestariannya. Saya minta pemkab membuat aturan untuk melindungi kawasan hulu itu," ujarnya.

Sampai kemarin, banjir di Karawang menerjang 26 kecamatan dari total 30 kecamatan. Sebanyak 9.770 warga harus mengungsi.

Warga di Kabupaten Musi Banyuasin juga selalu dirundung banjir akibat meluapnya Sungai Musi. Karena itu, pemkab intensif mendorong camat, komandan koramil, dan kapolsek untuk bersinergi ikut mengantisipasi banjir.

"Untuk meminimalkan banjir, kami minta warga kembali menggiatkan Jumat bersih, gotong royong membersihkan lingkungan," ujar Asisten Daerah Yudi Herzandi.

Kemarin, banjir masih menenggelamkan Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ada 11 kecamatan yang terdampak. Data BPBD mencatat di Kecamatan Pamanukan saja ada 8.450 jiwa harus mengungsi. (HT/CS/DW/RZ/AD/AS/YH/N-2)

Baca Juga

dok pemprov jatim

Khofifah Minta Desa Miliki Layanan Observasi Mandiri Covid-19

👤Aries Wijaksena 🕔Kamis 09 April 2020, 20:23 WIB
Hal ini terutama untuk mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan berdatangan masuk ke Jawa Timur jelang bulan suci Ramadan dan...
Istimewa

Pengendara Motor Luput Tertimbun Longsor di Sukanagara Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 09 April 2020, 20:13 WIB
BERUNTUNG, dia berhasil menyelamatkan diri dengan cara meloncat saat material tanah ambruk dan menyeret sepeda...
Dok. Istimewa

Pemprov Jabar bakal Laporkan Proses Pilwabup Bekasi ke Kemendagri

👤Gana Buana 🕔Kamis 09 April 2020, 20:11 WIB
Terdapat aturan yang tidak dijalankan oleh panitia pemilihan dalam proses...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya