Kamis 27 Februari 2020, 00:40 WIB

Hasto Sebut PAW Kedaulatan Partai

Hasto Sebut PAW Kedaulatan Partai

ANTARA
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

 

SEKJEN PDIP Hasto Kristiyanto menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat caleg PDIP Harun Masiku. Ia diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka eks komisioner KPU Wahyu Setiawan. Penyidik mengorek soal langkah PDIP dalam menentukan Harun sebagai pengganti anggota DPR periode 2019-2024, Riezky Aprilia.

"Semua berangkat pada PDIP yang memiliki legalitas berdasarkan undang-undang dan juga dikuatkan keputusan MA dan fatwa MA terhadap penetapan calon anggota legislatif terpilih. Intinya, partai berdaulat (menentukan PAW). Sebagai sekjen, saya menjalankan keputusan itu dengan sebaik-baiknya," ucap Hasto seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Meski begitu, ia enggan membeberkan secara detail soal materi pemeriksaannya kali ini. Ia hanya mengaku menerangkan 14 hal dan penyidik juga me-review berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya. "Pemeriksaan efektif 2,5 jam karena diselingi dengan istirahat dan makan siang, menunya makanan Manado," imbuhnya.

Saat ditanyai seputar keberadaan Harun Masiku yang hingga kini masih buron, Hasto enggan memberikan tanggapan. Ia lebih memilih menjawab soal kehadirannya memenuhi panggilan komisi antirasuah. "Untuk substansi, silakan ditanyakan ke KPK. Intinya, saya ikuti seluruh proses hukum, saya penuhi panggilan dan berikan keterangan sebaik-baiknya."

Pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua setelah ia diperiksa pada 24 Januari lalu.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan empat tersangka. Sebagai penerima ialah Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina selaku orang kepercayaan Wahyu yang juga mantan anggota Bawaslu. Pemberi yang menjadi tersangka ialah politikus PDIP Harun Masiku dan Saeful Bahri.

Selain Hasto, KPK pun kembali memeriksa komisioner KPU Evi Novida Ginting sebagai saksi. Seusai pemeriksaan, Evi mengaku ditanyai tujuh pertanyaan seputar tugasnya sebagai komisioner dan proses penetapan calon terpilih. "Ini keterangan tambahan. Jadi, yang saya sampaikan lebih pada pendalaman terkait perolehan suara dan penetapan calon terpilih," tukasnya. (Dhk/P-3)

Baca Juga

MI/AGUS MULYAWAN

Hasil Rapid Test, 3 Pegawai dan 1 OB di DPR Positif Covid-19

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:22 WIB
Indra menuturkan, keempat orang yang terindikasi positif korona melalui rapid test tersebut belum bisa 100% dikatakan sebagai pasien...
Dok MI

Niat Menkumham Bebaskan Koruptor Bakal Menjauhkan Efek Jera

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 April 2020, 19:07 WIB
Berdasarkan data ICW, rata-rata vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi bagi pelaku korupsi hanya menyentuh angka 2 tahun 5 bulan...
Ilustrasi

Begini Kronologi Kecelakaan Tragis Wakil Jaksa Agung Arminsyah

👤Astri Novaria 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:06 WIB
Wakil Jaksa Agung Arminsyah meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di tol Jagorawi KM 13 pada pukul 14.25, Sabtu (4/4)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya