Rabu 26 Februari 2020, 22:54 WIB

KUII ke-VII Diharap Hasilkan Rumusan untuk Kemaslahatan Umat

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
KUII ke-VII Diharap Hasilkan Rumusan untuk Kemaslahatan Umat

MI/Rendy Ferdiansyah

 

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma'ruf Amin mengharapkan Kongres Ulama Islam Indonesia (KUII) ke-VII yang diselenggarakan di Provinsi Bangka Belitung (Babel), dapat merumuskan strategi dan upaya untuk kemaslahatan umat beragama di Indonesia.

"KUII ini harus menyusun desain strategi umat Islam terbaik, peran umat Islam lintas sektor demi terwujudnya kemaslahatan umat, mendorong KUII dapat merumuskan rekomendasi dengan program bagi kepentingan umat beragama dalam kesejahteraan," kata Wapres, dalam Pembukaan KUII di Novotel, Rabu (26/2) malam.

Pada kesempatan ini, Wapres menegaskan, bahwa Indonesia akan mengedepankan ekonomi syariah, termasuk dengan mengubah beberapa aturan.

"Pemerintah ingin mengembangkan ekonomi syariah. Arahnya ada 4. Di antaranya industri halal, industri keuangan syariah," ujarnya.

Untuk industri halal, Amin menegaskan, di dalamnya termasuk wisata halal yang kini sudah mulai dikembangkan beberapa provinsi dengan menjadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) halal.

"Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia. Babel mungkin bisa menjadi provinsi halal. Banyak yang memulai provinsi halal. Beberapa provinsi sudah membangun KEK halal, Banten, Riau," ulasnya.

Tak hanya industri halal, Pemerintah juga mendorong industri keuangan syari'ah, harus dibikin dan diperbesar perbankan baik industri keuangan non-bank asuransi, pasar modal, dan lainnya.

"Arah ketiga di bidang sosial, zakat dan wakaf akan dikembangkan. Zakat masih rendah baru 3,5%, Rp8 triliun. Demikian juga wakaf masih rendah. Ketika wakaf zakat ini hebat, akan sangat besar sekali manfaatnya," tukasnya.

Ia juga mengajak untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia, menjaga keamanan, perdamaian, mencegah kelompok yang keluar dari komitmen kebangsaan, mencegah timbulnya radikal dan terorisme dan meluruskan cara berfikir, serta bertindak.

"Ulama kunci keberhasilan. Predikat umat terbaik ini sudah lama hilang tercabik-cabik. Sesama umat Islam bertempur, bukan membangun tawadhu. Makanya harus ada program yang jelas supaya umat Islam meraih predikat umat terbaik dan Indonesia yang paling banyak penduduknya, itulah yang paling diharapkan menjadi bangsa, yang mulai untuk membangun umat terbaik," tukasnya.

Kongres ini mengusung tema strategi perjuangan umat Islam dalam mewujudkan NKRI yang maju, adil, dan beradab.

Waketum MUI, Muhidin Junaidi mengatakan agenda KUII merupakan agenda lima tahunan, yang tidak mungkin bisa dipisahkan. Dan bersama Pemerintah berusaha dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang besar.

"Kongres ini momentum terbaik bagi para ulama dan cendekiawan muslim untuk saling bermusyawarah mewujudkan sesuatu yang terbaik.
Momentum terbaik untuk mencari formula yang bisa disepakati semua golongan, kita dengan berbagai latar belakang inilah kekayaan yang dimiliki Indonesia," tukasnya.

Indonesia, dengan mayoritas penduduk Islam, berkontribusi menciptakan perdamaian. Oleh karena itu Indonesia dipercaya bersama dengan negara cinta damai lainnya mendorong terjadinya perdamaian di Afganistan.

KUII, menurutnya, adalah tempat yang ideal untuk bersama-sama mencari yang terbaik yang perlu sepakati, bertoleransi atas perbedaan yang dimiliki tapi akan bekerja sama atas kesepakatan yang dicapai.

"Mudah-mudahan Deklarasi Babel menjadi bagian terpenting untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia. Babel akan dikenal di sejarah ulama Indonesia. Babel akan menjadi Babelonia," imbuhnya.

Kedepankan ekonomi halal
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menginginkan melalui KUII ini dihasilkan kesepakatan untuk mengedepankan ekonomi halal dan memberikan keberkahan bagi negara Indonesia.

"Babel dari hari ke hari terus memajukan kegiatan ekonomi dan mengunggulkan ekonomi umat Islam, dan mengedepankan ekonomi halal. Untuk itu, terus menerus laksanakan seminar salah satunya seminar halal internasional," kata Erzaldi.

Ia berharap peserta KUII, nanti dari deklarasi Babel keluar kebijakan deklarasi yang mengedepankan ekonomi umat Islam.

"Kita jangan bersibuk diri habis energi mengurus perbedaan, tapi bagaimana agar Islam tampil menguasai ekonomi di rumahnya sendiri," ajaknya.

Indonesia, tambah Erzaldi, merupakan negara mayoritas Islam. Oleh karenanya ia mengajak bersama memajukan umat, memajukan ekonomi khususnya mengedepankan ekonomi halal di Indonesia. 

"Naif rasanya tapi dalam persentase ekonomi halal Indonesia tidak masuk dalam sepuluh besar, ini tanggungjawab bersama khususnya melalui KUII berharap semoga para ulama keluarkan deklarasi memajukan ekonomi Islam," harapnya.

Ia menyebutkan, di Babel mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun banyak juga agama lainnya, dan selalu hidup berdampingan serta harmonis. Bahkan tempat ibadah pun dibangun berdampingan.

"Masyarakat memiki semangat tinggi menjaga toleransi. Banyak tempat ibadah berdiri berdampingan, demikian juga dalam kehidupan sosial," imbuhnya.

Saat ini, juga banyak bermunculan pondok pesantren dan sekolah Tahfiz Qur'an. Pemprov Babel dan provinsi lainnya di Sumatera juga mendorong terbentuknya pendidikan vokasi Islam bidang keterampilan menambah keunggulan.(RF/OL-10)

Baca Juga

Antara

Tambahan 7500 APD dan 37.500 Masker untuk Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
Pemprov Bali mendapatkan tambahan 7500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 37.500 buah masker dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pencehan dan...
MI/Susanto

Gedung Karantina Babel punya Tim Medis Khusus Covid-19

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 03 April 2020, 23:15 WIB
Pemprov kepulauan Bangka Belitung menyiapkan tim dokter dan perawat untuk menangani ODP dan PDP yang dirawat di gedung...
MI/Widjajadi

Pasien Meninggal karena Covid-19 Bertambah Satu Orang

👤Widjajadi 🕔Jumat 03 April 2020, 22:35 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC) Kota Solo menginformasikan satu pasien covid-19 meninggal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya