Rabu 26 Februari 2020, 22:40 WIB

Java Jazz 2020 tidak Banyak Terdampak Virus Korona

Fathurrozak | Weekend
Java Jazz 2020 tidak Banyak Terdampak Virus Korona

xx
xx

WABAH virus korona yang menjangkiti dunia menjadi kekhawatiran banyak pihak. Selain pariwisata, termasuk industri musik. Beberapa musisi dunia bahkan membatalkan dan menunda tur mereka. Namun, gelaran akbar Java Jazz pada tahun ini mengklaim virus korona tidak banyak berpengaruh pada kehadiran para musisinya dan penonton yang telah membeli tiket.

Kelompok musik seperti 98° beberapa waktu lalu batal tampil di Love Fest 2020. Musisi indie asal Inggris, Bruno Major bahkan menjadwalkan ulang Asia Tour 2020 nya. Ia hanya akan tetap tampil di Java Jazz Festival dan Dubai Jazz Festival.

Presiden Direktur PT Java Festival Production, Dewi Gontha memberikan pernyataan bahwa meski saat ini dunia tengah was-was terhadap virus yang berasal dari Tiongkok ini, tidak banyak mempengaruhi pada gelaran musik jazz berskala internasional ini. Ia menyebutkan, hanya sebagian kecil penonton asal Tiongkok yang membatalkan kedatangan ke Indonesia, juga akibat adanya pelarangan perjalanan.

"Mereka menghubungi kami, dan karena posisi ada di Tiongkok. Jadi kami akomodir untuk pengembalian tiket. Tidak terlalu banyak ya, cuma memang ada penonton yang meminta untuk pembatalan tiket. Bahkan penonton asal Australia masih tetap hadir, dan menanyakan hotel terdekat," ungkapnya saat ditemui pada konferensi pers Java Jazz Festival 2020, Rabu, (26/2), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Sementara itu, untuk musisi yang batal tampil di Java Jazz ialah Ari Lennox, musisi asal Washington D.C. Batalnya Lennox akan digantikan oleh oleh musisi yang berbasis di Los Angeles, Kiana Lede Brown.

"Kalau mereka (musisi) lebih banyak bertanya terkait kondisi di Indonesia. Kami bukan pihak yang berkapasitas untuk memberikan saran, karena kami promotor. Jadi kami memberikan laporan-laporan yang bisa dilihat secara online, dan basis kami menggunakan laporan WHO. Karena mereka keluarkan report setiap hari," lanjutnya.

Fasilitas kesehatan
Di JI Expo Kemayoran, yang menjadi helatan Java Jazz akan disediakan hand sanitizer di beberapa tempat, seperti di booth informasi, dan booth merchandise. Penonton pun disarankan untuk membawa masker, rajin mencuci tangan, serta membawa persediaan air putih untuk menghindari dehidrasi agar kondisi tubuh tetap terjaga. Pada tahun lalu, jumlah penonton Java Jazz mencapai 114 ribuan pengunjung. Tahun ini, penonton pun ditargetkan akan mencapai angka sama.

Java Jazz Festival 2020 akan berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret. Mengusung tema Redeem Yourself Through Music, menghadirkan musisi-musisi legendaris seperti The Jackson, T-Square, Cory Henry, dan juga musisi muda yang digandrungi para anak muda seperti Omar Apollo, Bruno Major, Ardhito Pramono, dan Marion Jola. (OL-12)

Baca Juga

123RF

'Bagaimana Mencegah Virus Corona’ Tren Teratas Google Indonesia

👤Fathurrozak 🕔Selasa 07 April 2020, 01:15 WIB
Tanggal 16 Maret menjadi puncak minat...
Instagram @cmbynfilm

Timothee Chalamet Akan Bermain di Sekuel "Call Me by Your Name"

👤Fathurrozak 🕔Senin 06 April 2020, 13:25 WIB
"Call Me by Your Name" masuk nominasi film terbaik Oscar...
 Angela Weiss / AFP

PBB Minta Pemerintah di Seluruh Dunia Lindungi Perempuan

👤Adiyanto 🕔Senin 06 April 2020, 10:25 WIB
Selama beberapa pekan terakhir ketika tekanan ekonomi dan sosial dan ketakutan telah tumbuh,  pihaknya telah menyaksikan lonjakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya