Rabu 26 Februari 2020, 22:00 WIB

Sumut akan Kembangkan Eco Marine Tourism di Pulau Berhala

Yoseph Pencawan | Nusantara
Sumut akan Kembangkan Eco Marine Tourism di Pulau Berhala

ANTARA
Pulau Berhala

 

PEMERINTAH daerah dan kalangan pariwisata di Kabupaten Serdangbedagai, Sumatra Utara, meyakini Pulau Berhala menjadi kawasan yang tepat untuk mengembangkan Eco Marine Tourism.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara Ria Telaumbanua mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dan DPRD kabupaten itu telah sepakat mengeluarkan kebijakan pengembangan Eco Marine Tourism di Pulau Berhala. "Belum lama ini kami menerima kunjungan Pemkab dan DPRD Sergai membahas rencana pengembangan Pulau Berhala menjadi kawasan Eco Marine Tourism atau kawasan wisata bahari berwawasan lingkungan," ujarnya, Rabu (26/2).

Ria mengatakan, baik Pemprov Sumut, Pemkab dan DPRD Sergai punya penilaian sama bahwa pulau seluas 2,5 kilometer persegi itu memiliki potensi yang luar biasa untuk pengembangan Eco Marine Tourism. Terlebih, Kabupaten Sergai telah memiliki peraturan daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Pulau Berhala sebagai Kawasan Eco Marine Tourism.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) juga telah sudah melihat potensi Pulau Berhala di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai. itu sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Identifikasi Usulan Program atau Kegiatan Berbasis Lokasi Program Prioritas (Lokpri) pada akhir Januari lalu.

Pemkab Sergai juga sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait dan DPR RI dan diharapkan dalam waktu dekat DPR RI akan mendatangi Pulau Berhala dari lintas komisi. "Selain aktivitas pertahanan dan keamanan oleh marinir, kita berharap juga ada aktivitas lain yang menunjang kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Sergai," imbuhnya.

Namun demikian, diakuinya memang masih ada beberapa masalah yang perlu diperhatikan, terutama menyangkut kelengkapan administrasi dan aspek legalitas. "Salah satu kelemahan kita pada sengketa Sipadan dan Ligitan pada waktu yang lalu adalah karena dianggap tidak ada aktivitas masyarakat Indonesia di sana. Mungkin dengan adanya aktivitas di Pulau Berhala yang sifatnya intens bisa menjadi salah satu bentuk upaya pertahanan kita.

Selain aktivitas pertahanan, mungkin dilengkapi juga dengan aktivitas perekonomian dan wisata yang menunjang kesejahteraan masyarakat serta aktivitas pelestarian lingkungan," terang Ria. (OL-12)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Pantai Kuta Ditutup Total

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:25 WIB
Menurut Oka Adnyana, masih ada saja turis datang. Namun petugas sudah memasang pengumuman di depan pintu masuk, tepatnya di pintu gerbang...
Antara

Pemprov DIY Siapkan Makam Pasien Korona di Sleman dan Bantul

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:21 WIB
Ia mengungkapkan, jenazah covid-19 tidak membahayakan dan tidak menularkan kepada orang lain apabila diperlakukan sesuai...
Antara

Kajari Bantul dan 2 Warga DIY Sembuh dari Virus Korona

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 04 April 2020, 18:18 WIB
Selain itu, kasus nomor 9, laki-laki 4 bulan warga Kulonprogo, dan kasus nomor 11, laki-laki 55 tahun warga Gunungkidul, juga dinyatakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya