Rabu 26 Februari 2020, 19:58 WIB

Raksasa Teknologi Lawan Penyebaran Hoaks Korona

Nur Aivanni | Internasional
Raksasa Teknologi Lawan Penyebaran Hoaks Korona

AFP/Gent Shkullaku
Petugas medis di Albania melakukan pengecekan terhadap penumpang yang berasal dari Italia, untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

 

SEIRING mewabahnya virus korona, berita bohong (hoaks) terkait penyakit mematikan itu semakin meluas di dunia maya. Google, Facebook dan platform lainnya berjuang untuk melawan para scammer (penipu), troll (pembuat onar di internet), dan pihak lain yang berniat memanipulasi informasi.

"Kekhawatiran publik tentang virus korona digunakan sebagai wahana untuk membuat orang mengirimkan informasi yang salah dan disinformasi," kata profesor biologi University of Washington, Carl Bergstrom, Rabu (26/2).

Pekan lalu, sejumlah perusahaan teknologi berpartisipasi dalam pertemuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di markas Facebook, Silicon Valley. Pertemuan itu membahas sejumlah langkah, seperti menggencarkan informasi terpercaya dan memeriksa fakta atas klaim yang meragukan virus korona (COVID-19).

"(Kita harus) memerangi penyebaran desas-desus dan informasi yang salah tersebut," pungkas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Baca juga: Hoaks soal Korona Naik Tajam

Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Google untuk menghubungkan pihak pencari informasi virus korona dengan informasi WHO, di bagian atas hasil pencarian mereka.

Ghebreyesus juga menekankan platform media sosial, termasuk Twitter, Facebook, Tencent dan TikTok, mengambil langkah khusus untuk membatasi penyebaran hoaks tentang virus korona.

Facebook menyatakan fokus untuk menghapus konten atas klaim dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, terkait penyembuhan atau metode palsu penanganan virus korona.

"Seperti minum pemutih menyembuhkan virus korona, atau klaim yang menciptakan kebingungan tentang sumber kesehatan," tutur Kepala Kesehatan Facebook, Kang-Xing Jin, dalam sebuah unggahan belum lama ini.

Manajemen Facebook, lanjut dia, akan memblokir atau membatasi tagar yang digunakan untuk menyebarkan hoaks di Instagram. "Kami sedang melakukan pembersihan secara proaktif, untuk menemukan dan menghapus sebanyak mungkin konten tersebut," imbuh Jin. Facebook juga memberikan kredit iklan gratis bagi organisasi yang menjalankan kampanye edukasi virus korona.(AFP/OL-11)

 

Baca Juga

AFP

Muhyiddin Sementara Bisa Bertahan

👤MI 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 02:40 WIB
ORGANISASI Nasional Melayu Bersatu (UMNO) akhirnya mempertahankan dukungannya untuk pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin...
AFP/Atta Kenare

Iran Sambut Presiden Baru AS yang kembali pada Kesepakatan Nuklir

👤Wisnu Arto Subari 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:12 WIB
Joe Biden, penantang Trump yang memimpin dalam pemilihan, mendukung diplomasi dengan...
AFP/Said Khatib

Hamas Bebaskan Aktivis Palestina yang Komunikasi dengan Israel

👤Wisnu Arto Subari 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:59 WIB
Hamas menuduh Aman, 39, berkhianat dengan mempromosikan normalisasi hubungan dengan Israel. Pengadilan Gaza menjatuhkan hukuman baginya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya