Rabu 26 Februari 2020, 19:34 WIB

Bupati Sidoarjo Akui Beri Arahan Soal Uang ke Klub Deltras

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Bupati Sidoarjo Akui Beri Arahan Soal Uang ke Klub Deltras

Antara/Reno Esnir
Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah usai menjalani pemeriksaan di KPK

 

BUPATI Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah mengaku pernah memberikan arahan terkait pemberian uang senilai Rp300 juta dari pengusaha konstruksi Ibnu Ghopur ke klub sepakbola Deltras Sidoarjo.

Saiful mengungkapkan, mulanya Ibnu ingin membantu klub Deltras. Ibnu menghubunginya lantaran tidak paham ke mana harus memberikan uang ratusan juta tersebut.

"Ya saya suruh ngasih aja. Jadi kena permasalahan (kasus) gini opo ya toh. Berbuat baik belum tentu dinilai baik ya," ucap Saiful usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/2).

Saiful dan Ibnu merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Dalam kasus itu, KPK telah menjerat enam orang tersangka termasuk Saiful dan Ghopur.

Saiful diduga menerima fee proyek dari Ibnu agar perusahaan konstruksinya bisa mengerjakan proyek infrastruktur pemerintah kabupaten. Belakangan, KPK mencium adanya aliran uang dari Ghopur ke klub Deltras.

Baca juga : Ruang Kerja dan Rumah Binas Bupati Sidoarjo Digeledah

Saiful mengaku heran terkait uang ke Deltras itu turut menjadi sorotan. Ia mengklaim uang yang diberikan oleh Ghopur tersebut sifatnya bantuan bukan suap.

"Sebetulnya kan enggak kenal sama pengurus Deltras, saya ngasih tahu (kepada Ghopur). Kalau enggak ngasih tahu, ya enggak tahu (pengurus Deltras)," jawab Saiful.

KPK menangkap Saiful pada awal Januari lalu. Dalam serangkaian operasi tangkap tangan, komisi menyita uang total Rp1,8 miliar. Pemberian suap itu diduga berkaitan dengan sejumlah proyek di Kabupaten Sidoarjo.

Antara lain pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, pembangunan Pasar Porong senilai Rp 17,5 miliar, proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar, dan proyek peningkatan Afv Karang Pucang, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, senilai Rp5,5 miliar. (OL-7)

Baca Juga

INSTAGRAM/KYAI_MARUFAMIN

Wapres: Pemerintah Siapkan Rp22 T untuk Digitalisasi Pemerintahan

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:27 WIB
Pengembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah untuk menunjang perbaikan pelayanan publik, terutama...
Istimewa

Pengamat: Reshuflle, Obat Pahit Terbaik Jokowi Menuju New Normal

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:20 WIB
PRESIDEN Jokowi membutuhkan menteri Kabinet Indonesia Maju yang punya karakter asli sebagai pekerja keras, cepat, tanggap, responsif, jujur...
MI/Briyan B Hendro

Lebih dari 22 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk Digitalisasi

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:14 WIB
Pengembangan teknologi digital menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah untuk menunjang perbaikan pelayanan publik, terutama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya