Rabu 26 Februari 2020, 17:42 WIB

Wapres Ingin Babel Terbaik, Jadi Contoh Tangani Masalah Stunting

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Wapres Ingin Babel Terbaik, Jadi Contoh Tangani Masalah Stunting

MI/Rendy
Wapres Ma'ruf Amin ingin Babel terbaik dan jadi contoh tangani masalah stunting.

 

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Ma'ruf Amin menginginkan Bangka Belitung (Babel) menjadi Provinsi terbaik dan menjadi contoh bagi provinsi lain. Lantaran mampu menurunkan angka stunting di bawah angka rata-rata nasional.

Hal itu disampaikan Wapres Ma'ruf saat memberikan arahan dalam dialog strategi penghimpun tokoh dan penggiat desa dalam percepatan pencegahan stunting di desa di Provinsi Bangka Belitung (Babel), di Belitong Resort Pasir Padi, Pangkalpinang, Rabu (26/2).

"Saya senang, mendengar laporan dari guberbur Babel mengenai capaian (menurunkan) stunting lebih rendah dari nasional. Ini luar biasa nasional saja 27,6% sedangkan Babel sudah 23,37%," kata Wapres dalam arahannya.

Untuk itu, menurut Wapres apa yang dilakukan Provinsi Babel menurunkan angka stunting di bawah nasional ini patut diapresiasi. "Untuk menurunkan angka stunting ini, harus diupayakan sedemikian rupa. Target kita kalau bisa angka stunting ini turun hingga 14%," ujarnya.

Dengan turunnya angka stunting ini, lanjut Wapres, dirinya ingin membangun SDM yang unggul, manusia sehat, cerdas, terampil dan produktif sehingga punya daya saing. Ia pun menghimbau penurunan stunting yang dicapai Provinsi Babel ini harus dipertahankan bila perlu di turunkan lagi.

''Kalau bisa semakin turun, atau stagnan, jangan sampai angka stuntingnya naik lagi," ungkap dia sembari menyebutkan tertarik dengan program Sicentil (Siap Cegah Stunting).

Ia menambahkan selain angka stunting turun, ternyata angka Kemiskinan Babel juga di bawah rata-rata nasional. "Tingkat kemiskinannya rendah, apresiasi hasil dari Babel ini karena di bawah rata-rata nasional," tegasnya kembali.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, Pemprov Babel akan Perkuat strategi menyehatkan masyarakat khususnya cegah stunting.

"Kami sampaikan, stunting di babel semakin berkurang. Angka di bawah rata rata nasional 23,3% ini sangat membanggakan," kata Erzaldi.

Untuk penanganan masalah stunting ini, pihaknya melibatkan berbagai OPD dan Kementerian, termasuk dengan Kementerian Agama untuk melibatkan penyuluh desa agar dapat mencegah pernikahan dini.

"Selain angka stunting yang turun, angka-angka indekator lainya juga ikut turun seperti ibu hamil mendapatkan tambahan darah, makanan dan tambahan, hanya saja untuk satu angka yang capaian di bawah nasional. Remaja putri dapat tablet penambahan darah 47%, kita baru 43,2%," terangnya.

Ia menambahkan dana untuk penanganan masalah stunting ini, dari insentif daerah Rp40 miliar ditambah lagi dari APBD sehingga totalnya menjadi Rp67 miliar.

Kunjungan kerja Wapres berserta istri Wury ke pangkalpinang didampingi Menteri Kesehatan, Terawan dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Selain menghadiri masalah stunting, Wapres juga malam ini akan membuka kongres Umat Islam indonesia (KUII) ke-VII di Hotel Novotel Bangka Tengah. (RF/OL-10)

 

Baca Juga

Antara

Tambahan 7500 APD dan 37.500 Masker untuk Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
Pemprov Bali mendapatkan tambahan 7500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 37.500 buah masker dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pencehan dan...
MI/Susanto

Gedung Karantina Babel punya Tim Medis Khusus Covid-19

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 03 April 2020, 23:15 WIB
Pemprov kepulauan Bangka Belitung menyiapkan tim dokter dan perawat untuk menangani ODP dan PDP yang dirawat di gedung...
MI/Widjajadi

Pasien Meninggal karena Covid-19 Bertambah Satu Orang

👤Widjajadi 🕔Jumat 03 April 2020, 22:35 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC) Kota Solo menginformasikan satu pasien covid-19 meninggal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya