Rabu 26 Februari 2020, 15:49 WIB

BNPB: 15 Ribu KK Warga Karawang Terdampak Banjir

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
BNPB: 15 Ribu KK Warga Karawang Terdampak Banjir

MI/CIKWAN SUWANDI
Banjir di Desa Tamanmekar Kecamatan Pangkalan dan Desa Wanajaya Kecamatan Telukjambe Barat Karawang, Senin (24/2).

 

BANJIR mengakibatkan 15.734 KK atau 47.670 warga Karawang terdampak pada Senin (24/2) lalu. Banjir melanda secara luas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Wilayah tergenangi banjir sebanyak 14 kecamatan.

Kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kutawaluya, Jayakerta, Cilebar, Rengasdengklok, Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Karawang Timur, Pedes, Karawang Barat, Cikampek, Teluk Jambe dan Cilamaya Wetan.

Di antara wilayah itu, kecamatan Rengasdengklok paling terdampak kejadian banjir ini. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Karawang per 25 Februari 2020, pukul 20.00 WIB, dari jumlah warga yang terdampak di kabupaten sebanyak 3.111 KK atau 9.770 jiwa mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, mengatakan banjir dipicu oleh berbagai faktor seperti intensitas hujan tinggi di wilayah Karawang, drainase yang buruk serta sumbatan sampah pada Sipon. 

Dalam bahasa teknik, sipon adalah saluran sungai yang dibangun di bawah permukaan sungai.

"BPBD setempat dibantu dengan dengan instantsi terkait lainnya telah melakukan upaya evakuasi sejak Senin (24/2). Tenda dan dapur umum dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka yang mengungsi. Selain itu, mereka juga menerima bantuan logistik permakanan dan selimut," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (26/2)

Baca juga: Tiga Gubernur tidak Hadir, RPD Soal Banjir di DPR Ditunda

Dia menambahkan, pendataan sementara kerugian materiil yaitu 14.808 unit rumah yang terendam banjir, 3 masjid, 1 sekolah dan 842 hektar sawah. Perkiraan nilai kerugian senilai Rp179 juta.

"Sehubungan dengan kejadian banjir, Bupati Karawang telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam tidak hanya banjir tetapi juga longsor dan angin puting beliung. Status ini berlaku pada periode 14 hari, terhitung sejak 26 Februari 2020 hingga 10 Maret 2020," sebutnya

Pascainsiden, Kepala BNPB Doni Monardo meninjau dampak banjir di wilayah itu pada hari ini, Rabu (26/2). Doni memastikan segala kesulitan warga bisa teratasi dan menyiapkan langkah pencegahan serta penanggulangan bencana di masa mendatang.

Catatan BNPB melalui Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Kabupaten Karawang memiliki historis bencana banjir dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2016 banjir besar mengakibatkan 71.333 jiwa terdampak dan 10.272 rumah terendam di wilayah Kecamatan Karawang Barat. (A-2)

Baca Juga

Antara

Tambahan 7500 APD dan 37.500 Masker untuk Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
Pemprov Bali mendapatkan tambahan 7500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 37.500 buah masker dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pencehan dan...
MI/Susanto

Gedung Karantina Babel punya Tim Medis Khusus Covid-19

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 03 April 2020, 23:15 WIB
Pemprov kepulauan Bangka Belitung menyiapkan tim dokter dan perawat untuk menangani ODP dan PDP yang dirawat di gedung...
MI/Widjajadi

Pasien Meninggal karena Covid-19 Bertambah Satu Orang

👤Widjajadi 🕔Jumat 03 April 2020, 22:35 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC) Kota Solo menginformasikan satu pasien covid-19 meninggal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya