Rabu 26 Februari 2020, 19:10 WIB

Studi Baru Kaitan Susu dengan Risiko Kanker

Melalusa Susthira K | Weekend
Studi Baru Kaitan Susu dengan Risiko Kanker

Unsplash/ Debby Hudson
Mengkonsumsi 1/4 hingga 1/3 cangkir susu sapi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 30%.

SELAMA ini makanan atau minuman yang disebut berpotensi meningkatkan risiko kanker kerap menjadi perdebatan. Meski sudah didukung dengan hasil penelitian, ada pula pihak yang menilai beberapa makanan dan minuman tetap menyehatkan bahkan bagi penderita kanker.

Meski begitu tidak ada salahnya untuk tetap terinformasi akan penelitian terbaru, terlebih jika dalam keluarga anda memiliki riwayat penderita kanker.  

Kini penelitian terbaru soal minuman yang berpotensi meningkatkan risiko kanker datang dari Loma Linda University Health (LLUH), California, Amerika Serikat (AS). Penelitian mereka yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology itu menyebut bahwa mengkonsumsi susu sapi dapat meningkatkan risiko lebih besar kanker payudara pada perempuan.

Penulis utama penelitian, Gary E. Fraser, mengatakan penelitian observasional yang dilakukannya tersebut memberikan bukti yang cukup kuat bahwa susu sapi atau faktor lainnya yang berkaitan dengan mengkonsumsi susu sapi adalah penyebab kanker payudara pada perempuan. Ia menyebut sekalipun susu sapi dikonsumsi dalam jumlah yang relatif moderat, hal itu juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara bagi perempuan meningkat hingga 80% - tergantung pada besaran jumlah yang dikonsumsi

"Mengkonsumsi 1/4 hingga 1/3 cangkir susu sapi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 30%. Sementara meminum satu cangkir (susu sapi) per hari, risiko terkait (kanker payudara) naik hingga 50%, dan bagi mereka yang meminum dua hingga tiga cangkir (susu sapi) per hari, risiko (kanker payudara) meningkat lebih lanjut menjadi 70% hingga 80%,” terang Fraser seperti dilansir MedicalXpress, Selasa (25/2).

Penelitian itu dilakukan dengan mengevaluasi asupan susu sapi sekitar 53 ribu wanita Amerika Utara lewat metode kuesioner frekusensi makanan, yang kesemuanya pada mulanya bebas dari kanker. Hampir delapan tahun setelahnya pada akhir periode penelitian, ditemukan ada 1.057 kasus kanker payudara baru selama masa tindak lanjut.

Fraser mencatat bahwa temuannya itu memiliki variasi minimal ketika membandingkan asupan susu sapi dengan lemak penuh (full-fat), dengan susu sapi tanpa atau rendah lemak (low-fat). Ia juga tidak menemukan adanya keterkaitan penting dengan produk olahan susu sapi seperti keju dan yogurt dengan resiko kanker payudara bagi perempuan.

"Data tersebut memperkirakan adanya pengurangan risiko (kanker payudara) terkait dengan penggantian susu kedelai untuk susu sapi. Hal ini meningkatkan kemungkinan (penggunaan) susu lain sebagai alternatif dari susu sapi adalah mungkin merupakan pilihan yang optimal," terang Fraser. (M-1)

Baca Juga

Istimewa

Tingkatkan Kekebalan Tubuh selama Wabah Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:13 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dr Diana F Suganda SpGK menjelaskan, ketika virus menemukan inangnya dibutuhkan imunitas...
Unsplash/ Mick Haupt

Kiat Belanja Aman di Tengah Pandemi

👤Melalusa Susthira K 🕔Senin 30 Maret 2020, 17:00 WIB
Jika terpaksa harus belanja keluar, berikut cara-cara agar anda terhindar dari risiko terinfeksi...
 ANTARA/Fikri Yusuf

Kemendikbud Ajak Masyarakat Berkesenian Secara Daring

👤Atikah Iswahyuni 🕔Senin 30 Maret 2020, 16:38 WIB
Sampai saat ini sudah ada puluhan pegiat budaya dan seni yang sudah bergabung untuk melakukan pertunjukan daring seperti band dari ISI...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya