Rabu 26 Februari 2020, 14:31 WIB

Ibadah Musikal 100 Hari Djaduk Ferianto

Ardi Teristi | Nusantara
Ibadah Musikal 100 Hari Djaduk Ferianto

Ibadah Musikal 100 Hari Djaduk
MI/Ardi Teristi Hardi

 

Lantunan lagu Lilin-Lilin Kecil dan sorot lampu telepon genggam dari para penonton membuat suasana syahdu terasa di Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (25/2) malam. Malam itu, James F Sundah sengaja membawakan lagu ciptaannya dengan iringan Kuaetnika untuk acara Ibadah Musikal 100 Hari Djaduk Ferianto.

"Saya sengaja mempercepat kepulangan saya (ke Indonesia) untuk acara ini," kata James yang sekarang berdomisili di Amerika. Saat meninggalnya Djaduk, imbuh James, dia tidak bisa ikut melayat karena saat itu dirinya berada di Amerika.

Keluarga, kerabat, sahabat, dan para pecinta musik memperingati seratus hari Djaduk dengan menikmati sajian musik yang ditampilkan. Selain James dan Kuaetnika, beberapa musisi yang ikut tampil, antara lain Syaharani, Soimah, Endah Laras, hingga Tashoora.

Kuaetnika menampilkan tiga buah lagu baru malam itu. Dua lagu yang berjudul Dua Benua dan Angin Gunung merupakan komposisi yang dibuat Kuaetnika dari siulan Djaduk semasa masih hidup. Satu lagu yang lain, yaitu Nguntabke merupakan lagu yang khusus dibuat untuk mengenang sang maestro tersebut.

"Ini (Ibadah Musikal) untuk memberi jalan terbaik bagi Djaduk," kata sang kakak, Butet Kertaradjesa mewakili keluarga. Ia mengakui, keluarga dan rekan-rekan berat untuk belajar mengikhlaskan Djaduk.

Baca juga: Keinginan Djaduk Berkolaborasi Dengan Rhoma Irama

Namun, malam itu, Butet mengajak semua yang hadir untuk mengikhlaskan Djaduk pergi jauh. "Djaduk boleh pergi, tetapi kalian hendaknya mewarisi apinya, tidak cuma abunya," kata Butet.

Malam itu, Sardono W Kusumo juga menyampaikan kenangannya pada sosok Djaduk. Sardono menilai Djaduk memilih jalan berkesenian secara bersama-sama seperti yang tampak dalam Ibadah Musikal malam itu.

Pada kesempatan itu, James memuji kreativitas Djaduk dalam berkesenian, terutama seni musik. Ia mencontohkan, Djaduk bersama Kuaetnika sudah melalang buana ke banyak negara. "Tidak ada yang seperti Kuaetnika. Ini harusnya menjadi kebanggaan kita," kata dia.

James pun berjanji, dia akan mendaftarkan copy right karya Djaduk di copy right office di Amerika. Menurut dia, proteksi copy right di Amerika Serikat berlaku seluruh dunia. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Pemkot Denpasar Bagikan Disinfektan 'Door to Door'

👤Ruta Suryana 🕔Senin 06 April 2020, 19:45 WIB
Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dan Satgas Covid-19 Desa dan Kelurahan melaksanakan pembagian cairan...
MI/Hijrah Ibrahim

Tangkal Covid-19 Pintu Masuk dan Keluar Ternate Dijaga Ketat

👤Hijrah Ibrahim 🕔Senin 06 April 2020, 19:00 WIB
UNTUK memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, memperketat pintu masuk dan keluar Kota...
dok polres tulungagung

Pospol Digital dari Polres Tulungagung

👤Aries Wijaksena 🕔Senin 06 April 2020, 18:02 WIB
Layanan ini sejalan dengan program physical distancing, karena tanpa harus ke kantor polisi, masyarakat bisa berkonsultasi dengan petugas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya