Rabu 26 Februari 2020, 12:53 WIB

Jokowi-Ma'ruf Belum Pikirkan Reshuffle

Nur Azizah | Politik dan Hukum
Jokowi-Ma

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat terbatas lanjutan pembahasan dampak virus Covid-19.

 

PRESIDEN Joko Widodo belum memikirkan untuk merombak jajaran kementerian Kabinet Indonesia Maju. Ia juga tak mau membahas ini lebih lanjut.

"Sampai detik ini saya dan Pak Wapres (Ma'ruf Amin) belum berfikir ke sana," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu (26/2). 

Baca juga: KPK Kembali Periksa Sekjen PDIP Hasto

Isu reshuffle ini pertama kali diembuskan oleh pengguna Twitter Dede Budhyarto dengan nama akun @kangdede78. Dede merupakan salah satu tim yang ikut memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Pengen cerita hasil pertemuan dgn Presiden @Jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah," cuit Dede dalam akunnya.

Dede menyebut menteri yang kinerja buruk akan dihentikan. Ia menulis rencana perombakan ini sudah disampaikan ke seluruh pendukung Jokowi-Ma'ruf dari kalangan artis, influencer, dan pegiat media sosial, di Istana Bogor, Jawa Barat.

Sementara itu, sejumlah menteri mengaku tak terganggu dengan isu tersebut. Mereka tetap fokus bekerja melaksanakan visi misi Presiden. "Ya kita masih bekerja semua," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.

Hal senada juga disampaikan Menteri Sosial Juliari Batubara. Ia tak mau ambil pusing denga kabar perombakan. Dia pun enggan mencari tahu atau membahasnya. Dirinya hanya ingin fokus bekerja, menuntaskan visi misi Presiden.  

"Menurut saya kita bekerja saja sesuai dengan fungsinya, kita enggak pernah cari-cari tahu juga soal reshuffle seperti ini, yang disebut-sebut. Enggak pernah dibahas," ungkap dia.

Baca juga: KPK Dorong Pembentukan Satgas Tangani Ribuan Tambang Ilegal

Juliari menyerahkan sepenuhnya pada Jokowi. Toh, presiden memiliki hak prerogatif untuk menunjuk siapa yang akan membantunya.

"Ya, presiden yang menilai kinerja saya. Dan selama kita bekerja sesuai profesional kita, dan juga sesuai dengan tugas dan fungsi," pungkas Juliari. (Medcom.id/OL-6)

Baca Juga

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT

KPK Minta Pemda Jangan Takut

👤Ant/P-2 🕔Kamis 09 April 2020, 06:20 WIB
Sepanjang unsur-unsur pidana korupsi tidak terjadi, proses pengadaan barang dan jasa (terkait dengan wabah korona) tetap dapat dilaksanakan...
MI/Susanto

NasDem Usul Ketenagakerjaan di RUU Ciptaker Dibahas Terpisah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 April 2020, 06:11 WIB
Substansi RUU tersebut adalah kemudahan berinvestasi dan debirokratisasi perizinan dalam usaha...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Pelanggar PSBB Berhadapan dengan Hukum

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 09 April 2020, 05:45 WIB
Polda Metro Jaya siap menindak mereka yang melanggar beragam ketentuan PSBB di DKI Jakarta jika imbauan tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya