Rabu 26 Februari 2020, 10:16 WIB

KBRI di Seoul Tingkatkan Perlindungan WNI Terkait Virus Korona

Antara | Internasional
KBRI di Seoul Tingkatkan Perlindungan WNI Terkait Virus Korona

AFP/YONHAP
Petugas yang mengenakan pakaian pelindung menyemprotkan disinfektan di sebuah stasiun kereta di Seoul, Korea Selatan.

 

KBRI Seoul meningkatkan upaya perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Korea Selatan (Korsel) yang berjumlah 37.043 orang, dalam menghadapi wabah virus korona atau COVID-19 yang merebak di negara itu.

Lonjakan jumlah orang yang terpapar virus tersebut membuat sebagian masyarakat ikut panik, terutama setelah pemerintah Korsel meningkatkan status kewaspadaan menjadi red alert dan menetapkan wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai zona perawatan khusus karena lonjakan angka tersebut.

Dalam menyikapi perkembangan itu, KBRI Seoul terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus COVID-19.

Upaya tersebut dilakukan secara langsung maupun dengan berkoordinasi dengan simpul-simpul dan tokoh masyarakat mitra KBRI, paguyuban kedaerahan, mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan Jamaat Gereja Indonesia.

Baca juga: Kasus Virus Korona di Korsel Tembus Angka 1.000

KBRI juga secara langsung menelepon sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do.

Kontak dijalin untuk mengetahui secara langsung keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan.

Melalui kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk BNI 46, kedutaan Indonesia membagikan masker kesehatan gratis terutama ke berbagai daerah yang terkena dampak paling parah.

Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai otoritas terkait di Korsel maupun pemerintah pusat di Tanah Air dalam menjalankan langkah-langkah pencegahan.

"Saya percaya pemerintah Korea Selatan mampu menangani wabah ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap langkah-langkah penanganan pemerintah Korsel," kata Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2).

"Saya terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti perkembangan melalui sumber-sumber terpercaya dan juga berbagai imbauan melalui media sosial KBRI Seoul," imbuhnya.

Dalam beberapa hari terakhir, hotline KBRI selalu menjadi nomor rujukan masyarakat Indonesia di Korsel. Berbagai kekhawatiran masyarakat terus dialamatkan, mulai dari ketersediaan masker, kondisi terkini di berbagai wilayah, hingga gejala COVID-19 dan informasi soal rumah sakit rujukan.

Hotline KBRI Seoul pada nomor +82-10-5394-2546 aktif 24 jam, tujuh hari dalam sepekan. (OL-1)

Baca Juga

AFP/Prakash SINGH

Modi Minta Warga India Usir Covid-19 dengan Cahaya

👤Willy Haryono 🕔Minggu 05 April 2020, 11:30 WIB
"Pada 5 April pukul 21.00, matikan semua lampu di rumah kalian. Berdiri di depan pintu atau balok dan nyalakan lilin atau diyas (lampu...
AFP/HECTOR GUERRERO

Baku Tembak Antargeng Narkoba di Meksiko, 19 Orang Tewas

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 11:29 WIB
Polisi dan tentara telah dikirim untuk mengamankan daerah itu, tempat kelompok-kelompok yang bersekutu dengan kartel Sinaloa telah...
AFP/Josep LAGO

Lockdown di Seluruh Dunia Bisa berlangsung Berminggu-minggu Lagi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 11:20 WIB
Para pejabat dari Jerman hingga Spanyol mengatakan mereka memperkirakan kondisi lockdown yang ketat akan berlangsung selama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya