Rabu 26 Februari 2020, 09:56 WIB

Umat Islam Tiongkok Donasikan Rp185 Miliar Atasi Virus Korona

Antara | Internasional
Umat Islam Tiongkok Donasikan Rp185 Miliar Atasi Virus Korona

AFP/GREG BAKER
Seorang petugas keamanan mengenakan pakaian pelindung saat bertugas di depan sebuah restoran di Beijing, Tiongkok.

 

UMAT Islam dari berbagai kelompok etnik di Tiongkok, hingga 20 Februari 2020, mendonasikan dana senilai 93,56 juta yuan atau sekitar Rp185,4 miliar untuk penanggulangan dan pencegahan wabah pneumonia berat yang disebabkan virus korona.

"Ini menunjukkan jiwa patriotisme umat Islam dari berbagai etnik di Tiongkok dan kebersamaan umat Islam di Tiongkok dalam membantu orang lain untuk bersama-sama memerangi (wabah virus) serta berjuang bersama untuk bangsa ini," ungkap Asosiasi Islam Tiongkok (CIA) dalam pernyataan di laman daring resmi mereka, Qingzhen Guyun, Rabu (26/2).

Menurut asosiasi itu, CIA bersama seluruh umat Islam di seluruh pelosok negeri ini memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pencegahan wabah penyakit di Provinsi Hubei,.

Baca juga: Tiongkok Karantina 94 Penumpang dari Penerbangan Asal Seoul

Tidak mau kalah dengan induk organisasinya itu, sejumlah pengusaha restoran mi halal di Beijing yang berasal dari Provinsi Qinghai juga turut menyumbangkan dana penanggulangan virus bernama COVID-19 itu.

Para pengusaha dari suku Salar, etnik minoritas Muslim di Qinghai, berhasil mengumpulkan dana senilai 27.770 yuan (Rp55,03 juta).

Dana itu telah disumbangkan untuk penanggulangan virus mematikan di Kota Shiyan, Provinsi Hubei, pada 2 Februari lalu.

"Kami juga telah mendapatkan tanda terima dan ucapan terima kasih," demikian pernyataan para pengusaha Muslim dari Xunhua, Provinsi Qinghai, yang menjalankan usaha mereka di Beijing itu.

Sebelumnya, para pengusaha dari etnik Muslim Uighur di Aksu, Daerah Otonomi Xinjiang, juga telah menyumbangkan apel dan kurma untuk warga Provinsi Zhejiang yang terinfeksi COVID-19.

Populasi umat Islam di Tiongkok, menurut data statistik pemerintah setempat, mencapai 20 juta jiwa yang tersebar di berbagai provinsi dan daerah otonomi, termasuk di kota setingkat provinsi. (OL-1)

Baca Juga

MI/Duta

Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 17:40 WIB
Orangtua bayi kembar yang lahir di Rumah Sakit Dr Bhimrao Ambedkar Memorial di Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, memberi nama...
AFP / Aidan JONES

Dilema Para ‘Phim’ dan Ancaman Terinfeksi Virus Korona di Bangkok

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 05 April 2020, 14:33 WIB
Kendati diselimuti kekhawatiran terpapar Covid-19, para 'Phim' nekat mencari pelanggan demi uang buat membayar biaya sewa...
AFP/JACK GUEZ

Israel Perketat Lockdown di Bnei Brak

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 12:55 WIB
Mulai Minggu (5/4) pagi, pasukan polisi dan militer memblokade akses ke Route 481, sebuah arteri area metropolitan utama Tel Aviv yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya