Rabu 26 Februari 2020, 08:43 WIB

PDIP bakal Batal Lawan Kotak Kosong

Akhmad Safuan achmad-sapuan@mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
PDIP bakal Batal Lawan Kotak Kosong

MI/HARYANTO
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan berkas pendaftaran diterima sekertaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto.

 

HARAPAN PDIP melawan kotak kosong di pilkada Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, September mendatang bakal ambyar karena tujuh partai politik lainnya sepakat berkoalisi mengusung pesaing calon dari PDIP. Sebelumnya PDIP bersama PKB mengusung pasangan petahana, Ngesti Nugroho-Basari.

Tujuh parpol yang bekoalisi mengusung calon mereka adalah PPP, PKS, Gerindera, PAN, NasDem, Demokrat, dan Hanura. Menurut Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang Ahmad Rifai, tujuh parpol yang berkoalisi memiliki 25 kursi di DPRD Kabupaten Semarang.

"Nama calon kepala daerah dari koalisi tujuh partai itu sudah ada, tapi baru pekan depan diumumkan," katanya, kemarin. Tetapi, lanjutnya, calon yang diusung koalisi besar tersebut berasal dari kalangan profesional dan siap menggadapi calon yang sudah ada karena juga dikenal publik Kabupaten Semarang.

Sekretaris DPW Partai NasDem Jawa Tengah (Jateng) Ali Mansur secara terpisah mengatakan, pihaknya kini terus mengkaji dan berkomunikasi dengan parpol yang ada di Kabupaten Semarang. Tentang calon yang akan diusung juga masih dalam tahap pembicaraan, dan belum dilaporkan secara resmi ke DPW NasDem Jateng. "Keputusan akhir nanti ada di DPP," jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris DPD PDIP Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan ada enam daerah di provinsi itu dengan calon yang diusung bersama PKB akan menghadapi kotak kosong, salah satunya dalam pilkada si Kabupaten Semarang. "Melawan bumbung (kotak) kosong akan meringankan beban partai, dengan partai lain hanya akan konsulidasi saja seperti di Kabupaten Semarang karena hanya lawan kotak kosong," kata Bambang.

Partai NasDem di Jateng hingga kini belum memutuskan siapa bakal calon kepala daerah yang akan diusung dalam pilkada di 21 kabupaten/kota di provinsi. Ketua DPD Partai NasDem Rembang Bayu Adriyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPO, namun siapa pun yang mendapat rekomendasi akan didukung penuh serta diperjuangkan untuk memenangi pilkada mendatang.

Tetapi, beberapa nama kader Partai NasDem mulai muncul. Di Kabupaten Rembang partai yang memiliki tujuh kursi di DPRD itu sedikitnya memiliki empat nama kader NasDem yang muncul dan mempunyai kesempatan kuat untuk maju, antara lain Ketua DPD NasDem Rembang Bayu Adriyanto (wakil bupati petahana), Ketua KONI Vivit Dinarini Atnasari, Pembina DPD NasDem Atna Tukiman, dan Wakil Ketua DPRD Rembang Supriyadi.

DPD PDIP Provinsi NTT juga belum mengeluarkan rekomendasi bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung. "Sampai saat ini PDIP belum memberikan SK kepada calon kepala daerah, baik itu kader partai yang ikut mencalonkan, maupun paket yang mendaftar di PDIP," ujar Ketua DPD PDIP NTT Emelia Julia Nomleni, yang juga Ketua DPRD NTT.

Di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Partai Golkar, sebagai partai pemenang dalam pemilihan legislatif 2019 dengan perolehan tujuh kursi kini bersiap mengusung satu pasangan bakal calon bupati.

Siap mundur

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya siap mundur diri kursi pimpinan wakil rakyat untuk ikut bertarung memperebutkan kursi Bupati Bangka Tengah pada pilkada serentak mendatang.

"Apa pun risikonya, karena sudah bertekad maju di kampung halaman, saya tegaskan sekali lagi saya siap mundur (dari anggota legislatif), karena itu sudah sesuai aturan," kata Didit yang berasal dari Bangka Tengah.

Menurutnya, ia sudah mengabdi di DPRD Babel beberapa periode. Kini saatnya ia pulang kampung untuk memberikan sumbangsih guna membangun Bangka Tengah. "Dengan mencalonkan diri sebagai bupati Bangka Tengah, saya akan semakin fokus untuk membangun Bangka Tengah yang lebih baik," tuturnya. (PT/RF/MT/PO/LN/N-1)

Baca Juga

Antara

Aktivis: Pemerintah Tak Perlu Bahas Agenda Legislasi dengan DPR

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 05 April 2020, 23:55 WIB
Charles menilai DPR tidak memiliki sensitivitas dengan tetap berusaha membahas Revisi KUHP dan Omnibus Law RUU Cipta...
Micom

Istana Berbagi, Tebar Paket Nasi Boks

👤Andhika prasetyo 🕔Minggu 05 April 2020, 22:35 WIB
Sekretariat Presiden (Setpres) turut berupaya meringankan beban para pekerja informal seperti tukang ojek, sopir taksi dan tenaga kerja...
Antara

Polri Terbitkan Aturan Khusus Soal Hoaks dan Penghinaan Presiden

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 20:24 WIB
Ia menyebut pihak kepolisian akan menindak tegas setiap orang yang memanfaatkan pandemi covid-19 untuk menyebarkan berita bohong dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya