Rabu 26 Februari 2020, 08:20 WIB

Dewan Etik KPAI Mulai Proses Kontroversi Sitti

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Dewan Etik KPAI Mulai Proses Kontroversi Sitti

MI/Liliek Dharmawan
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty.

 

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membentuk dewan etik sebagai tindak lanjut dari pernyataan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang telah menjadi kontroversi di masyarakat dalam beberapa hari ini.

Ketua KPAI Susanto menjelaskan tugas dewan etik ialah mengklarifikasi kontroversi itu kepada yang bersangkutan, yakni Sitti Hikmawatty dan pihak-pihak terkait yang dirasa perlu.

Selanjutnya, dewan etik akan mendalami pernyataan yang telah disampaikan Sitti kepada media dan menyampaikan rekomendasi dari tahapan-tahapan yang telah dilakukan. Dewan etik akan menjalankan tugasnya selama 1 bulan dan dapat diperpanjang jika diperlukan.

"Tahapannya, dewan etik akan mengklarifikasi, mendalami, dan mempelajari. Kalau ada referensi jurnal, yang katakanlah disebutkan sebagaimana di media, kita tentu akan mempelajari referensi itu. Benar atau salahnya statement itu nanti dewan etik yang akan menyampaikannya," terang Susanto dalam konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, kemarin.

Terkait sanksi yang akan dikenakan kepada Sitti Hikmawatty akibat pernyataannya, Susanto menjelaskan hal itu menjadi wewenang dewan etik.

Hasil dari proses ini juga akan dilaporkan KPAI kepada Presiden Joko Widodo dan pimpinan DPR.

"Pada prinsipnya, rekomendasi dewan etik itu akan menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan apa yang terbaik secara kelembagaan," terangnya.

Susanto pun menegaskan bahwa apa yang telah disampaikan Sitti Hikmawatty merupakan sikap pribadi, bukan sikap KPAI secara kelembagaan. Selain itu, menurutnya, kejadian ini merupakan pelajaran bagi semua pihak untuk berhati-hati dalam bicara.

"Saya kira ini pelajaran berharga buat semua, bukan hanya buat KPAI, melainkan juga semua pihak, terutama para pejabat negara. Ketika menyampaikan apa pun kepada publik, mereka memang harus berhati-hati. Netizen ini kan memang sangat beragam. Ini era media sosial dan kita memang harus memahami dari berbagai sisi," imbuhnya.

 

Perbaikan

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menambahkan bahwa proses ini juga merupakan bentuk upaya KPAI dalam melakukan perbaikan dan penguatan kelembagaan.

MI/RAMDANI

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati.

 

"Terkait dengan sosialisasi dan seterusnya, saya kira semua lembaga negara punya kewajiban yang sama, termasuk KPAI. Ini tentu menjadi bahan penguatan kelembagaan bagi KPAI. Ada hal yang harus dibenahi sebagai upaya perbaikan," tandasnya.

Dewan etik yang dibentuk dalam rapat pleno, Senin (24/2), beranggotakan mantan hakim Mahkamah Konstitusi I Dewa Gede Palguna, mantan pimpinan Komnas HAM dan Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo, serta mantan Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ernanti Wahyurini. Pembentukan dewan etik merupakan yang pertama bagi KPAI.

Seperti diketahui, Sitti memberikan pernyataan kontroversial dengan mengatakan perempuan bisa hamil di kolam renang. Pernyataan itu viral dan diberitakan secara meluas.

Senin (24/2), Sitti Hikmawatty pun dilaporkan telah memberikan penjelasan atas peristiwa itu dalam rapat pleno. Untuk pemanggilan Sitti selanjutnya, dewan akan meminta keterangan dan mempelajari lebih lanjut pernyataan yang bersangkutan. (Ant/X-6)

Baca Juga

Antara

Pakar Virologi: Garda Depan Tangani Covid-19 bukan Tenaga Medis

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:13 WIB
Tenaga medis dan pemerintah justru merupakan garda...
AFP/LIONEL BONAVENTURE

TikTok akan Sumbang US$250 Juta untuk Perangi Covid-19

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 22:50 WIB
TikTok mengikuti langkah beberapa perusahaan teknologi yang telah menyumbangkan dana untuk memerangi...
Dok. Softex Indonesia

Confidence Donasikan 10 Ribu Popok Dewasa untuk Tangani Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 22:44 WIB
Bantuan itu juga sebagai wujud solidaritas kemanusiaan terhadap petugas medis yang jadi garda terdepan dalam penanganan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya