Rabu 26 Februari 2020, 08:15 WIB

KPK Ajarkan Malaysia Kelola LHKPN

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Ajarkan Malaysia Kelola LHKPN

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pekerja membersihkan logo KPK, di Gedung Merah Putih, Jakarta

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajari lembaga Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) dan Malaysian Administrative Modernisation and Management Planning Unit (MAMPU) untuk mengelola Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Pembelajaran itu dilakukan agar Malaysia lebih jeli memantau kekayaan pejabat mereka.

"Kami berharap melalui kegiatan berbagi pengalaman ini menjadi semangat pengembangan sistem pelaporan harta bagi kedua belah pihak demi tercapainya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi baik di Malaysia maupun di Indonesia," kata Pelaksana tugas (Plt) Deputi Informasi dan Data KPK Heri Muryanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (25/2).

Dalam pembelajaran itu, KPK menjelaskan tentang penggunaan sistem daring yang biasa digunakan untuk melaporkan LHKPN para pejabat.

Baca juga: Dewas KPK Ajak Publik Terus Kontrol Pemberantasan Korupsi

Heri menjelaskan tentang mekanisme sistem tersebut yang saat ini dipegang Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN dan Direktorat Informasi dan Data.

"Sistem ini terbangun dengan mengintegrasikan berbagai data dari berbagai pihak untuk memudahkan Penyelenggara Negara dalam menyampaikan laporan harta," ujar Heri.

Deputy Chief Commissioner for Prevention MACC Dato' Shamshun Baharin bin Mohd Jamil mengatakan, saat ini, negaranya sedang menyusun undang-undang tentang pelaporan harta pejabat.

Atas dasar itulah, pihaknya butuh belajar dari beberapa negara yang sudah memulai memantau harta pejabatnya terlebih dahulu.

"Tujuan kami ke sini untuk berkongsi pengalaman mengenai pelaporan harta, karena KPK sudah terlebih dahulu menjalankannya," tutur Shamshun.

Pertukaran informasi ini merupakan amanat dari konvensi antikorupsi PBB yang sudah diratifikasi. Dalam konvensi antikorupsi PBB itu, setiap negara diminta saling bersatu dan berbagi informasi untuk membuat penanganan korupsi semakin kuat.

Pertemuan ini juga dihadiri Assistant Commissioner Record Management and Information Technology Division MACC Puan Farah Najwa Binti Abdul Aziz, Director MAMPU Tuan Hussin bin Abu Bakar, dan Senior Assistant Director MAMPU Puan Azlina binti Abd Hamid. (OL-1)

Baca Juga

Antara

HUT ke-74 TNI AU, Sederhana Namun Bermakna

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 09 April 2020, 21:48 WIB
Tak ada aksi iring-iringan pesawat ataupun pertunjukan udara khas pesta ulang tahun angkatan yang memiliki semangat Swa Bhuwana Paksa...
MI/Pius Erlangga

Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Percepat PSBB Penyangga Jakarta

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 April 2020, 20:03 WIB
Pemerintah, lanjut Rerie, perlu segera merealisasikan program bantuan sosial di sejumlah daerah terdampak...
Antara

Pulang Kerja, Presiden Bagikan Sembako

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 19:27 WIB
Di dalam paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, kecap dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya