Rabu 26 Februari 2020, 07:25 WIB

Soal Penyelesaian BUMN Sakit, Tanri Dukung Langkah Erick

Faustinus Nua | Ekonomi
Soal Penyelesaian BUMN Sakit, Tanri Dukung Langkah Erick

MI/Adam Dwi
Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng berbicara dalam bedah buku BUMN Hadir Untuk Negeri, di Jakarta, Selasa (25/02)

 

 

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng mendukung  rencana Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan merger, likuidasi atau menutup BUMN yang tergolong dead-weight yakni tidak sehat secara finansial dan tidak jelas perannya.

"Saya kira itu sudah benar. Kementerian BUMN harus mengurusi apa yang bisa dikembangkan dan berskala. Kalau BUMN yang tidak sehat atau tidak jelas fungsinya, kasih saja peran BUMN tersebut ke swasta," ungkapnya usai diskusi Bedah Buku BUMN Hadir Untuk Negeri, di Jakarta (25/2).

Dijelaskannya, bagi BUMN yang bergerak di sektor bisnis yang berskala kecil, lebih baik dilakukan divestasi. Pasalnya, pelaku bisnis swasta dapat mengelola usaha pada skala tersebut dan bahkan jauh lebih mumpuni ketimbang jika dikelola BUMN.

BUMN Hadir Untuk Negeri Sinergi Untuk Sejahterakan Masyarakat

Tanri juga mengakui bahwa pemetaan yang sedang dilakukan Kementerian saat ini merupakan langkah yang tepat. Hal itu, lantaran Kementerian BUMN melakukan konsultasi dengan kedua perusahaan internasional seperti McKinsey and Co dan Boston Consulting group mengenai penggolongan perusahaan-perusahaan plat merah pada kluster yang tepat.


Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan tengah menunggu peraturan pemerintah (PP) terkait pelimpahan mandat untuk melakukan merger atau menutup perusahaan BUMN yang sakit atau dead weight. Perusahaan-peruaahaan itu itu tergolong perusahaan yang secara kinerja finansialnya merosot, secara kompetitif  berat, dan bahkan sudah mangkrak.

Wakil Menterin BUMN I Budi Gunadi Sadikin usai rapat kerja dengan  DPD RI, di Jakarta kemarin, menjelaskan  dalam PP yang sedang digodok itu  terdapat opsi menyerahkan BUMN kategori tersebut kepada pihak swasta atau diprivatisasi.

"Opsinya yang sedang dikaji, bisa dikonsolidasikan jadi satu (merger), bisa diinvestasikan kalau udah mungkin lebih cocok dijalankan oleh pihak lain di luar BUMN (privatisasi), atau bisa diholdingkan jadi anak perusahaan yang lain," kata Budi.(Van/E-1)

Baca Juga

Antara

Pandemi Percepat Transformasi ke Bisnis Online

👤Ant 🕔Kamis 09 April 2020, 04:51 WIB
"Saat ini semua pihak dipaksa untuk beraktivitas secara daring dan menerapkan prinsip digitalisasi, kalau tidak kegiatan perekonomian...
Antara/Aloysius Jarot Nugorho

Pemerintah Bebaskan Bunga dan Tunda Pembayaran Pokok KUR

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 April 2020, 23:14 WIB
Pembebasan pembayaran bunga dan penundaan pembayaran pokok KUR tersebut juga akan diikuti relaksasi ketentuan KUR dengan memberikan...
Dok Modernland

Lawan Kelesuan Akibat Covid-19, JGC Beri Subsidi Bunga

👤Ahmad Punto 🕔Rabu 08 April 2020, 21:50 WIB
Banyak cara dilakukan pengembang properti demi memulihkan minat pembeli di tengah kondisi yang kurang baik akibat pandemi covid-19 saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya