Selasa 25 Februari 2020, 21:27 WIB

DPRD  Mabar  Mengeluh Gunakan Mobil Dinas Rusak

John Lewar | Nusantara
DPRD  Mabar  Mengeluh Gunakan Mobil Dinas Rusak

Istimewa
Gedung DPRD Manggarai Barat, NTT.

 

PASKA heboh sebagaimana diberitakan Media Indonesia,  karena Sekwan DPRD Manggarai Barat (Mabar), NTT, mengundurkan diri lantaran tak tahan memenuhi permintaan aneh oknum anggota dewan.  Kali ini, DPRD Kabupaten Manggarai Barat menggelar jumpa pers  menepis tudingan miring tersebut.

 

Jumpa pers ini berlangsung di ruang rapat internal dewan, Selasa sore (25/2) dipimpin langsung Ketua DPRD Manggarai Barat Editasius Endi, dihadiri puluhan anggota dewan. 

 

Dalam klarifikasi lembaga terhormat ini,  Wakil Ketua DPRD Marsel Jeramun mengatakan kalau mobil dinas yang digunakannya selama ini dalam kondisi rusak, pernah ditilang  petugas operasi gabungan di depan kantor Polres Manggarai Barat karena  belum membayar pajak kendaraan dan kerap mogok di tengah jalan. 

 

Marsel Jeramu dari Fraksi PAN ini mengaku, sebelumnya ada wacana pengusulan pengadaan mobil.  Itupun sebatas wacana karena sejauh ini belum ada pembahasan anggaran untuk itu, dan belum di usulkan ke pemerintah untuk pengadaannya.  "Jadi tidak ada permintaan mobil baru,” dalih Marsel.

 

Kendati sebelumnya  Marsel Jeramun menyebutkan kalau mobil itu sudah tak layak lagi dan kerap mogok. Namun,  dia mengakui sebenarnya mobil dinas tersebut sudah diperbaiki dan pajaknyapun sudah dibayar sekwan.  

 

"Itu mobil mogok, rusak dan saya lapor ke sekwan agar diperbaiki dan sudah di perbaiki,” kata Marsel.

 

Marsel membatah tak ada permintaan mobil baru maupun meminta mengembalikan mobil dan memaksa sekwan mengantinya dengan uang.  "Buktinya itu mobil sampai detik in,i masih saya gunakan,"bantahnya lagi. 

 

Menurut dia, apa yang sampaikan mantan sekwan Alexsius Saryono merupakan tuduhan yang tak beralasan.  Termasuk Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) melebihi ketentuan aturan, kata Marsel, semua perjalanan dinas anggota dewan diatur sesuai mekanisme yang ada di lembaga ini. 

 

"Jadi tidak benar tuduhan itu. Justru sebaliknya sekwan juga melakukan perjalanan dinas  yang tidak jelas dan kami pertanyakan juga itu,”  tandasnya. 

 

Marsel meminta semua pihak melihat DPRD Manggarai Barat secarah positive, seperti kekurangan yang di alami ketiga pimpinan dewan seperti rumah jabatan (rumjab)  dalam kondisi rusak, spring bad di rumjab disediakan hanya satu. 

 

"itu makanya rujab ketua dan wakil ketua belum di tempati.Tetapi kami tidak minta uang ke sekwan.Tolong di beritakan hal ini juga, "keluh Marsel. 

 

Sementara, Ketua DPRD Manggarai Barat Editasius Endi menegaskan kepada seluruh anggota dewan dan apa yang diberitakan Media terhadap lembaga ini merupakan bentuk korektif yang harus menjadi reflektif bersama sehingga tidak terantuk. 

 

“Saya selaku pimpinan lembaga memintah seluruh anggota merefleksi diri karena ini bentuk korektif media dalam mengawasi kita," tegas Edi. (OL-13) 


 

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

Formasi Malang Belum Rencana PHK Buruh Rokok

👤Bagus Suryo 🕔Minggu 05 April 2020, 11:30 WIB
FORUM Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) di Kota Malang, Jawa Timur berusaha tidak ada PHK terkait dampak wabah virus...
MI/Djoko Sarjono

Boleh Gunakan Dana Desa untuk Covid-19 tapi Jangan 100%

👤Tosiani 🕔Minggu 05 April 2020, 10:55 WIB
Dana desa tahun ini boleh digunakan untuk penanganan Covid-19, tetapi desa-desa di wilayah Temanggung, Jawa Tengah tidak dibolehkan...
Istimewa

Warga Surabaya Apresiasi Bantuan Sembako Cak Machfud saat PSBB

👤Faishal Taselan 🕔Minggu 05 April 2020, 10:15 WIB
WARGA Surabaya begitu mengapresiasi kepedulian Tokoh Masyarakat Surabaya Machfud Arifin, di tengah himbauan pembatasan sosial berskala...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya