Selasa 25 Februari 2020, 21:18 WIB

Gajah Liar Tersangkut Jeratan Pemburu

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Gajah Liar Tersangkut Jeratan Pemburu

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama pawang gajah (mahout) berupaya mengobati seekor gajah Sumatera.

 

SEEKOR gajah liar terkena jeratan di kawasan Desa Alue Leuhop, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Akibatnya bagian
pergelangan kaki kanan depan gajah itu mengalami luka parah.

Hal itu awalnya diketahui oleh petani yang berativitas di kawasan perkebunan sekitar hutan perbukitan setempat pada Minggu (23/2). Mereka
melaporkan peristiwa tersebut kepada relawan Conservation Response Unit (CRU) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan.

Laporan tersebut diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Petugas BKSDA, CRU, tim medis dari Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah (Universitas Syiah Kuala) langsung menuju lokasi Desa Alue Leuhop, pada Senin (24/2).

Berkat kerja sama tim penyelamatan dan masyarakat setempat, gajah jantan berumur sekitar tujuh tahun tersebut berhasil dilepaskan dari
jeratan jenis seling. "Gajah terluka di bagian pergelangan kaki kanan depan," kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto.

Untuk penanganan atau pertolongan pertama dokter hewan dari Unsyiah memberikan obat luka dan pengobatan ringan darurat. Untuk penanganan sementara hewan bertubuh besar itu ditempatkan sekitar CRU DAS Peusangan.

Guna penanganan medis lebih lanjut hewan tersebut harus di evakuasi ke komplek pusat latihan gajah atau sekolah gajah di Saree, Kecamatan Lembah Selawah Kabupaten Aceh Besar.

Maraknya pemasangan jerat di kawasan hutan Aceh menjadi ancaman besar terhadap hewan liar dilindungi seperti gajah, harimau, beruang dan rusa. Informasi diperoleh Media Indonesia, Selasa (25/2), menyebutkan berbagai jenis jeratan itu diduga dipasang oleh para pemburu. (OL-12)

Baca Juga

Ilustrasi/Media Indonesia

Dana Reses DPRD Bengkulu Rp6 Milar untuk Penanganan Covid-19

👤Marliansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
DPRD Provinsi Bengkulu sepakat mengalihkan dana reses atau kegiatan penjaringan aspirasi dari masyarakat untuk penanganan penyebaran wabah...
ilustrasi/mediaindonesia.com

Peran Wartawan Vital untuk Edukasi Covid-19 tapi Minim Dukungan

👤Ardi Teristri Hardi 🕔Minggu 05 April 2020, 13:40 WIB
Wartawan bisa memperjuangkan orang lain, tapi susah memperjuangkan dirinya. Bahkan, untuk mendapatkan masker dan hand sanitizer pun...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Gugus Tugas Covid-19 Babel Larang Semprot Disinfektan ke Tubuh

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 12:48 WIB
Pihaknya pun, lanjut Mikron, sudah meminta tim di lapangan dan kabupaten/kota untuk menggantikan cair disinfektan dengan cair lain...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya