Selasa 25 Februari 2020, 20:36 WIB

Mendoan Diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Lilik Darmawan | Humaniora
Mendoan Diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

MI/Lilik Darmawan
Mendoan

 

SEBAGAI daerah yang memiliki kekhasan kuliner, salah satunya adalah tempe mendoan, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mengajukan mendoan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai warisan budaya tak benda.

Kepala Seksi Pengelolaan dan Pelestarian Tradisi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Mispan, mengatakan bahwa mendoan telah menjadi makanan khas dan ikon dari Banyumas. 

"Tetapi tidak ada catatan sejarah yang pasti, dari kapan sesungguhnya mendoan itu ada. Apakah dari pertama kali ada Kabupaten Banyumas atau 449 tahun lalu, atau justru lebih dari itu. Barangkali bisa saja, sejak zaman kerajaan Hindu. Kalau catatan kesejarahan yang tercatat adalah, ketika zaman Bupati Sudjiman Mertadiredja Gandasoebrata tahun 1937, telah menyebut mendoan. Jadi, pada saat pemindahan Sakaguru Pendopo Si Panji dari Banyumas ke Purwokerto, Bupati Gandasoebrata mengajak para pembawa sakaguru untuk 'medang' dengan mendoan," jelas Mispan pada Selasa (25/2).

Dengan kesejarahan dan telah menjadi ikon Banyumas, maka pemkab telah mengajukan mendoan sebagai warisan budaya tak benda. "Selain mendoan, kami juga mengusulkan Bawor sebagai tokoh pewayangan gaya Banyumasan dan gubrak lesung atau alat penumbuk padi yang terbuat dari kayu," katanya.

Di Banyumas, tempe mendoan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat Banyumas, bahkan telah menjadi menu harian. "Apalagi di Banyumas, ada sentra tempe yang membuat mendoan yakni di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran dengan jumlah perajin sebanyak 720 orang. Setiap harinya ada 12 ton kedelai yang menjadi bahan baku tempe," ungkapnya.

Usulan tersebut bertujuan agar warisan budaya tak benda dapat terus dilestarikan dan tidak diklaim oleh pihak lain. "Sampai sekarang,
warisan budaya tak benda yang dimiliki oleh Banyumas di antaranya adalah getuk goreng untuk kulinernya dan keseniannya ada tiga yakni calung, begalan dan lengger," ujarnya. (OL-12)

Baca Juga

Instagram LIPI

Peneliti LIPI Temukan 315 Individu Fauna di Relief Candi Borobudur

👤Zubaedah Hanum 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 14:50 WIB
Pemahat kala itu seperti taksonom, ekolog, etolog, dan illustrator...
Ist/RTV

Talkshow Segar 'Master Show' Tayang di Rajawali Televisi (RTV)

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 14:07 WIB
'Master Show' adalah program terbaru unggulan di bulan Oktober 2020 yang menyajikan pengalaman serta cerita dari para...
MI/Emir Chairullah

KLHK Dorong Budidaya Penyu untuk Perekonomian Masyarakat Bali

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 13:56 WIB
Potensi ekonomi yang diperoleh melalui bisnis eco wisata pelepasan anak penyu ke laut mencapai Rp100 ribu per...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya