Rabu 26 Februari 2020, 00:30 WIB

Korsel Segera Uji Virus Korona Seluruh Jemaat Gereja di Daegu

Korsel Segera Uji Virus Korona Seluruh Jemaat Gereja di Daegu

AFP

 

KASUS infeksi virus korona di Korea Selatan (Korsel) meningkat hingga mencapai 977 kasus, sehingga otoritas kesehatan berencana melakukan pengujian terhadap lebih dari 200.000 anggota Gereja Shincheonji di pusat wabah di negara itu.

Lebih dari 80% infeksi terjadi di kota terbesar keempat Korea Selatan, Daegu dan tetangga provinsi Gyeongsang Utara.

“Situasinya sangat parah,” kata Presiden Moon Jae-in saat berkunjung ke Daegu, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (25/2). Ia pun meyakini pihaknya dapat melawan wabah virus korona tersebut.

Jalan-jalan di Daegu, yang berpenduduk 2,5 juta, sebagian besar telah kosong selama berhari-hari. Sementara itu, tetap ada antrian panjang di beberapa toko yang menjual masker.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk ekstra hati-hati dan menyarankan mereka untuk tinggal di rumah jika mereka mengalami demam atau gejala pernapasan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), dengan 144 kasus tambahan membuat total warga yang terinfeksi virus korona 977 orang. Itu menandai lonjakan lebih dari 30 kali sejak 18 Februari, ketika jumlahnya mencapai 31 orang.

Sejauh ini, 10 orang meninggal di Korsel karena terpapar virus korona. “Korban ke-10, seorang pria berusia 58 tahun yang dirawat di rumah sakit di rumah sakit Cheongdo, meninggal pada hari Selasa,” kata KCDC.

Sebuah hotel di hotel Canary Island, Tenerife, Spanyol, terpaksa dikarantina pada Selasa (25/3). Kondisi itu terjadi setelah seorang dokter Italia yang menginap di hotel itu dinyatakan positif korona.

Kantor berita Adeje mengatakan hotel H10 Adeje Palace di bawah karantina. Sekitar 1.000 turis yang tinggal di kompleks tersebut tidak diizinkan pergi.

Di wilayah Italia utara saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan karena virus korona menginfeksi ratusan orang.

Sedangkan penumpang keempat kapal pesiar Diamond Princess meninggal. Tiga kematian sebelumnya adalah orang tua asal Jepang.
Jepang mendapat kecaman dalam menangani situasi di kapal pesiar itu. Pemerintah mengumumkan sejumlah langkah memerangi virus tersebut. (Yonhap/Channel News Asia/Nur/I-1)

Baca Juga

AFP

DK PBB Minta Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:45 WIB
ANGGOTA Dewan Keamanan PBB meminta Armenia dan Azerbaijan untuk menghormati gencatan senjata baru di...
AFP

Polisi Thailand Selidiki Media

👤MI 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:25 WIB
POLISI Thailand mengatakan telah memerintahkan penyelidikan terhadap empat media...
AFP

Ada Pembahasan Stimulus Baru, Indeks Saham AS Menguat

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 02:18 WIB
Dalam beberapa hari terakhir, investor menaruh harapan pada perundingan parlemen AS dan Gedung Putih terkait stimulus baru di tengah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya