Selasa 25 Februari 2020, 19:06 WIB

Menlu Dorong Universalitas Konvensi Internasional Anti-Penyiksaan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Menlu Dorong Universalitas Konvensi Internasional Anti-Penyiksaan

Antara
Menlu Retno Marsudi saat berada di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

 

DI sela-sela Sidang Dewan HAM di Jenewa, Senin (24/2), Indonesia berinisiatif menggelar side event mengenai Konvensi HAM PBB tentang Anti-Penyiksaan (Convention Against Torture Initiative/CTI).

Side event ini dilakukan bersama dengan negara anggota core group CTI yaitu Cile, Denmark, Fiji, Ghana, dan Maroko.

Baca juga:Eks Presiden Mesir Hosni Mubarak Wafat

“Kegiatan ini untuk mendorong universalitas konvensi antipenyiksaan PBB yang telah disepakati sejak 1984,” ujar Retno sebagaimana dalam sebuah keterangan Kemenlu.

Hingga saat ini, 169 negara sudah menjadi pihak konvensi tersebut. Diharapkan sesuai target yang ditetapkan pada 2024, seluruh negara anggota PBB akan menjadi pihak.

“Saya yakin banyak negara akan bergabung dan menjadi negara pihak terhadap konvensi. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif," kata Retno.

Pada 2019, misalnya, empat negara di kawasan telah bergabung yaitu Angola, Grenada, Kiribati, dan Samoa.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi internasional untuk mengimplementasikan konvensi ini. Bantuan teknis kepada negara untuk mengimplementasikan konvensi melalui peningkatan kapasitas penegak hukum sangat dibutuhkan.

“Tidak ada one size fits all formula, untuk itu proses belajar dari sesama peer negara sangat penting,” sambung Retno.

Kerja sama internasional telah dilakukan Indonesia dengan Norwegia yang memberikan pelatihan tata cara investigative interviewing kepada para penegak hukum.

Pelatihan ini akan meningkatkan kapasitas penegak hukum sehingga dapat mencegah pelanggaran HAM dalam investigasi dan meningkatkan kepercayaan publik kepada penegak hukum Indonesia.

Inisiatif untuk mendorong univeralitas Konvensi-Anti Penyiksaan (CTI) telah dibentuk sejak 2014. Inisiatif ini telah meluncurkan dua alat implementasi Konvensi Anti Penyiksaan yakni Complaints and Investigations dan Non-Admission of Torture-tainted Evidence.

Keduanya memberikan panduan bagi para praktisi dan pembuat kebijakan untuk secara efektik menerapkan berbagai ketentuan Konvensi.

Kegiatan ini selain dihadiri negara anggota PBB juga dihadiri oleh organisasi nonpemerintah, aktivis, dan penggerak HAM global. (Hym/A-3)

Baca Juga

AFP/RYAD KRAMDI

Aljazair Resmikan Masjid Terbesar di Afrika

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:49 WIB
Dikenal secara lokal dengan nama Djamaa El-Djazair, struktur modern itu berada di area seluas 27,75...
DOK KEMENKO POLHUKAM

Hai Macron, Mahfud: Islam itu Agama Kasih Sayang

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:29 WIB
Menurut Mahfud, Macron tidak laik menunjukkan sikap anti terhadap satu kelompok agama terlebih yang hidup dan subur di...
AFP/Olivier DOULIERY

Biden dan Istri Berikan Suara Lebih Awal di Wilmington

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 08:04 WIB
Keduanya memilih di Gedung Kantor Negara Bagian Carvel di kota asal mereka di Wilmington,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya