Selasa 25 Februari 2020, 16:20 WIB

UKM Binaan BPOM Luncurkan Pendamping ASI Non-Instan

Deri Dahuri | Ekonomi
UKM Binaan BPOM Luncurkan Pendamping ASI Non-Instan

Istimewa
Peluncuran produk terbarunya di jenis makanan pendamping air susu ibu (ASI) atau MPASI.

 

PEMERINTAH tengah mendorong usaha kecil menengah (UKM). Namun faktanya, para pemilik UKM kerap sulit berkembang dan tak mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan dengan skala yang lebih besar.

Dengan modal dan pengetahuan serta dukungan teknologi terbatas, banyak UKM yang tidak berkembang. Namun sebagai UKM, PT. Hassana Boga Sejahtera mampu tumbuh dan berkembang berkat bimbingan dan pembinaan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Bahkan PT. Hassana Boga Sejahtera membuat gebrakan dengan meluncurkan produk terbarunya di jenis makanan pendamping air susu ibu (ASI) atau MPASI dengan merk Nayz.

Dengan mengusung konsep produk homemade, Nayz ingin dikenal sebagai pelopor dalam makanan pendamping ASI non-instan. MPASI non-instan juga dikenal para Ibu dengan sebutan homemade atau rumahan. Bentuk MPASI yang Nayz luncurkan adalah bubur bayi.

"Nayz juga memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah. Nayz berupaya mematuhi aturan yang ada. Nayz pun mendapatkan bimbingan dan pembinaan dari BPOM,"  Founder & CEO PT. Hassana Boga Sejahtera (Nayz), Lutfiel Hakim di Jakarta, Selasa (25/2).

"Nayz merasa perlu menyampaikan terima kasih karena dengan pembinaan ini, Nayz menjadi salah satu UKM pertama Indonesia, naik tingkat mampu menjadi salah satu produsen MPASI," ucap Lutfiel. 

"Dengan prestasi ini, Nayz juga ingin menyampaikan pesan kepada seluruh bunda di Indonesia untuk selalu memperhatikan legalitas produk. Pastikan Bunda mengkonsumsi produk yang sudah berizin edar BPOM atau izin MD. Apalagi untuk bayi, tentu sangat riskan jika sembarangan memberikan makanan," paparnya.

Lutfiel menjelaskan komposisi MPASI Bubur Bayi Nayz dirancang secara khusus. Bahan dasarnya diseleksi dari material yang paling  berkualitas.

"Bahan dasarnya didapatkan dari tangan-tangan tulus petani Indonesia, ditanam di jantung pegunungan yang subur dan dialiri dengan mata air pegunungan murni. Material produknya adalah bahan organik yang bebas pestisida. Semua material ini mengantongi sertifikat organik yang terakreditasi secara nasional," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Nayz sendiri, menamakan fase ini dengan MPASI bubur bayi 3.0. Istilah ini mengacu kepada tahapan yang telah Nayz bangun selama bertahun  tahun. Hingga akhirnya Nayz sukses meluncurkan produk bubur dengan kategori MPASI.

Fase itu dimulai sejak 2009 atau fase 1.0. Fase di mana Nayz mulai bergerilya memperkenalkan cara memasak MPASI bubur bayi di rumah. Lalu dilanjutkan dengan 2.0 pada tahun 2013, di mana Nayz menyediakan bahan berupa bubur organik untuk diolah kembali menjadi MPASI.

"Dan fase 3.0 adalah saat ini. Nayz menyediakan bahan lengkap yang sudah berupa bahan MPASI organik dan homemade untuk dimasak menjadi bubur bayi," katanya. (RO/OL-09) 

 

Baca Juga

Istimewa

Melalui Lapak Asik, BPJAMSOSTEK Jakarta Bayarkan Santunan Rp173 M

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 April 2020, 21:56 WIB
Sejak 23 Maret 2020, BPJAMSOSTEK telah menerapkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dalam rangka upaya pencegahan penyebaran...
Antara/Muhamad Nasrun

Peneliti : BLT Di Tengah Wabah Sudah Tepat

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 09 April 2020, 21:15 WIB
Penerima BLT merasa lebih puas dibandingkan bantuan lain seperti beras atau...
AFP

Inovasi Octa Merebut Hati Trader di Pasar Forex

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 21:09 WIB
Para trader Foreign Exchange (Forex) diharapkan dapat melirik tawaran yang disuguhkan Broker Forex Straight Through Processing (STP), Octa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya