Selasa 25 Februari 2020, 22:25 WIB

Banjir Bikin Trauma dan Sulit Tidur

Banjir Bikin Trauma dan Sulit Tidur

ANTARA

 

DAMPAK banjir yang dirasakan ratusan ribu warga Kota Bekasi awal Januari 2020 belum juga hilang. Kotoran dan bau masih mengitari rumah dan barang-barang yang terendam. Musibah tersebut kembali datang pada Selasa (25/2) pagi.

Seperti luka baru tumbuh di atas luka lama, kerugian materi yang cukup besar menambah derita psikologis warga. Ketinggian air yang melanda Perumahan Jati Unggul RT07/19, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, kemarin, mencapai dua meter.   

“Sejak banjir awal tahun 2020, setiap hujan kami jadi was-was dan siap-siap mengungsikan barang-barang. Jangan sampai terulang lagi barang-barang habis terendam. Kami benar-benar trauma,” papar Ivan Faisal, warga Perumahan Jati Unggul yang ditemui di lokasi banjir, Selasa (25/2).

Kekhawatiran Ivan ternyata berulang. Tamu tak diundang itu datang menjelang pagi saat ia dan keluarganya masih terlelap. Sekitar pukul 05.00 WIB, air sudah memenuhi halaman. Datangnya begitu cepat.

Ivan dan keluarga panik dan berusaha keras memindahkan barang-barang berharga ke tempat aman, terutama pakaian dan peralatan elektronik. Tapi air datang begitu cepat. Dalam waktu singkat, air menenggelamkan lantai bawah dengan ketinggian dua meter. Kasur, lemari kayu dan sejumlah perabot lainnya kembali ditelan air kotor.  

Ivan mengidahkan hidupnya belakangan suka gelisah. Setiap hujan turun ia tak lagi bisa tertidur dan semakin sering bergadang untuk berjaga-jaga.
“Beberapa hari ini jarang tidur karena setiap malam hujan. Hidup enggak tenang, selalu was-was karena takut kebanjiran lagi,” imbuh pegawai swasta tersebut.

Seperti maling yang tidak memberitahu kehadirannya, saat itulah air datang ke Perumahan Jati Unggul. Ivan yang sedang terkantuk-kantuk dan sudah sempat tertidur dibuat lintang pukang.  

Warga lainnya, Nadya, juga mengaku trauma karena kehilangan sejumlah perabot berharga pada banjir awal tahun. Barang-barang tak dapat diselamatkan lantaran saat itu ia bersama keluarga pergi keluar kota.

“Jadi yang di lantai satu habis ya, mulai dari lemari, bupet, elektronik, sofa. Semua kita buang. Sekarang saya trauma beli barang dan biarlah tidur di kasur apa adanya. Kita masih siaga dan terbukti banjir datang lagi,” tutur dia.

Di Kota Bekasi, ada 32 titik banjir pada Selasa (25/2). Sebagian besar disebabkan luapan aliran Kali Bekasi. Kementerian PUPR telah menganggarkan dana Rp4,3 triliun untuk penanganan Kali Bekasi.

“Kondisi banjir yang semakin berat hari ini hendaknya bisa mempercepat pengerjaan Kali Bekasi,” harap Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. (Gana Buana/J-2)

 

 

Baca Juga

Antara

Polda Metro Bentuk Tim Penanganan Jenazah Covid-19

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 21:56 WIB
Tim itu bertugas memastikan agar masyarakat tidak terpapar...
MI/Bary Fathahilah

58 Pasien Korona di Jakarta Sembuh

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 05 April 2020, 21:50 WIB
Hingga hari ini kasus warga di Jakarta yang positif virus korona telah mencapai 1.143 orang. Sebanyak 58 orang di antaranya telah...
Antara

Besok Pasar Tanah Abang Batal Beroperasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 05 April 2020, 21:41 WIB
Perumda Pasar Jaya memutuskan membatalkan rencana membuka kembali Pasar Tanah Abang. Sebelumnya Perumda Pasar Jaya sempat berencana membuka...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya