Selasa 25 Februari 2020, 18:31 WIB

Uji Coba Kelar, Jakpro Kelupas lagi Aspal di Monas

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Uji Coba Kelar, Jakpro Kelupas lagi Aspal di Monas

MI/Bary Fathahillah
Aspal yang sempat dipasanng di kawasan Monas.

 

ORGANIZING Committee (OC) Formula E mengelupas aspal di cobblestone seluas 60 m2 di kawasan Monas, Selasa (25/2) dini hari.

Proses pengelupasan lapisan aspal dilaksanakan beberapa tahap didampingi ahli dari LAPI ITB (Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia - Institut Teknologi Bandung).

Pengaspalan dilakukan pada Sabtu (22/2) dan terkondisi siap dikelupas lebih cepat dari proyeksi sehingga area pasca pengaspalan telah kembali memunculkan cobblestone sebagaimana sedia kala.

Baca juga: PKS Mengaku Dukung Formula E karena Banyak Manfaat

Pada fase persiapan pengelupasan, terlebih dahulu diadakan uji geser. Pengujian ini dengan menggunakan dump truck di atas aspal diuji coba berjalan dengan kuantitas terukur lalu dilakukan pengereman. Tujuannya adalah melihat seberapa kuat aspal yang sudah melekat di cobblestone itu terhadap gesekan.

Berikutnya adalah tahap mengelupas atau membongkar aspal dengan memakai cold milling machine. Tujuannya adalah melihat seberapa mudah aspal dikelupas dan bagaimana efeknya terhadap cobblestone. Setelah itu barulah masuk ke tahap terakhir, yakni membersihkan area di atas hamparan cobblestone yang sebelumnya terlapisi aspal. Hasilnya, cobblestone bisa kembali seperti sedia kala.

Deputi Bidang Teknis OC Formula E Jakarta Wisnu Wardhana mengatakan, aspal telah melalui kondisi panas pada suhu terukur dan guyuran hujan yang memadai serta dilintasi uji geser.

"Masa pelapisan sudah cukup waktu untuk mengevaluasi hasil,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Kantongi Izin, Jakpro Enggan Bahas Kritik Dewan

Pertimbangan cuaca pada hari Selasa (25/2) hingga tiga hari ke depan memperkuat dukungan terhadap proses pengelupasan aspal dilakukan pada saat yang tepat dini hari tadi.

"Secara umum, hasil uji coba pengaspalan memuaskan. Adapun keputusan akhir apakah geotextile atau sandsheet yang dipilih untuk pengaspalan laga Formula E, belum dapat dipastikan. Kami perlu waktu untuk rapat berikutnya," kata Wisnu.

Hasil memuaskan dari uji coba pengaspalan cobblestone ini menjadi salah satu materi yang disampaikan pada rapat antara PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai penerima penugasan penyelenggaraan Formula E Jakarta dengan Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, Selasa (25/2).

Baca juga: Monas Sudah Diaspal untuk Formula E, DPRD : Ini Ngajak Ribut

Pelapisan cobblestone dengan aspal dilakukan dengan dua material pelapis berbeda. Yang pertama adalah sandsheet (10m x 4m) dan geotextile (5m x 4m). Di atas kedua lapisan tersebut dihampar aspal kasar (binder) tanpa melapisinya dengan aspal halus.

Aspal halus baru digunakan pada pengaspalan untuk kebutuhan sirkuit pada waktunya.

Cobblestone di kawasan Monas dibangun pertama kali oleh kontraktor pelaksana yang merupakan perusahaan afiliasi Pemprov DKI Jakarta pada 1995 untuk sisi timur dan barat.

Adapun sisi selatan dan utara dipasang pada 1996. Tahun berikutnya, 1997 untuk Silang Monas terdiri dari silang tenggara, timur laut, barat laut dan barat daya. Cobblestone tersebut dipasang paling tua pada 25 tahun yang lalu.

Baca juga: Gerindra Klaim Monas Bukan Cagar Budaya

Sebagaimana di kawasan Monas, sirkuit Formula E di Paris juga memiliki cobblestone yang dilapisi aspal saat gelar Formula E dan dikelupas kembali dengan mudah.

“Formula E di Paris mengitari situs sangat bersejarah Les Invalides yang umurnya 350 tahun, dibangun sejak era Louis XIV pada 24 Februari 1670 yang awalnya berfungsi untuk menampung veteran penyandang cacat,” kisah Wisnu.

Aspal untuk sirkuit Formula E yang akan digunakan pada ajang Jakarta E-Prix 6 Juni 2020 memiliki grade 3. Setelah selesai dibangun mulai Maret, FIA akan melakukan inspeksi sebelum memberikan homologasi menjelang sirkuit dipakai nanti. (X-15)

Baca Juga

MI/Susanto

Aplikasi Grab dan Gojek Sudah tak Layani Layanan Ojol

👤Rudy Polycarpus 🕔Jumat 10 April 2020, 02:02 WIB
Adapun Anies mengatakan, pengemudi ojol hanya boleh mengantar barang selama PSBB diterapkan selama 14 hari sejak Jumat...
MI/ Usman Iskandar

Ada PSBB, Pekerja Konstruksi Dilarang Tinggalkan Lokasi Proyek

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 10 April 2020, 01:12 WIB
Pengelola proyek juga wajib mengkampanyekan pencegahan covid-19 di lingkungan proyek konstruksi termasuk pemeriksaan berkala kesehatan para...
Antara

Selama PSBB Pekerja Konstruksi Harus Tinggal di Mess

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:40 WIB
Pengelola proyek konstruksi wajib menyiapkan fasilitas tempat tinggal termasuk makan, minum, dan juga fasilitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya