Selasa 25 Februari 2020, 17:50 WIB

Hama OPT Serang 847,25 Hektare Lahan Tanaman Padi di Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
Hama OPT Serang 847,25 Hektare Lahan Tanaman Padi di Cianjur

MI/Ferdian Ananda Majni
ilustrasi : panen padi.

 

SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) mulai mengancam tanaman padi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersamaan tingginya curah hujan. Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura setempat pun mewaspadai serangannya agar tidak berlangsung secara masif.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana DP3H Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, mengatakan tingginya curah hujan berdampak terhadap potensi kerawanan serangan OPT. Di Kabupaten Cianjur, luasan lahan tanaman padi yang terimbas serangan OPT sekitar 847,25 hektare.

"Data yang kami peroleh berdasarkan laporan di lapangan hingga tanggal 21 Februari, serangan berbagai OPT berimbas terhadap 847,25 hektare lahan tanaman padi," terang Dandan kepada Media Indonesia, Selasa (25/2).

Jenis OPT yang menyerang tanaman padi di Kabupaten Cianjur terdiri dari hama Bacterial Leaf Blight (BLB) di lahan seluas 177,5 hektare, hama blas di lahan seluas 275,5 hektare, hama penggerek batang di lahan seluas 229,5 hektare, hama tikus di lahan seluas 104 hektare, hama walang sangit di lahan seluas 28 hektare, hama tungro di lahan seluas 29 hektare, dan hama wereng batang cokelat di lahan seluas 3,75 hektare.  "Serangan OPT yang cukup dominan saat curah hujan tinggi yakni hama blas, penggerek batang, dan kresek," jelas Dandan.

Dandan menyebutkan tingkat kerusakan tanaman padi akibat serangan OPT masih dikategorikan ringan hingga sedang. Dampak serangannya bisa jadi akan berdampak siginifikan terhadap tingkat produksi padi jika tak ada upaya pengendalian.

"Sejauh ini belum ada ancaman puso (gagal panen). Kategori kerusakannya masih ringan dan sedang. Kalau tidak ada upaya pengendalian, kemungkinan bisa terjadi penurunan produksi. OPT yang kami khawatirkan itu hama blas daun menjadi malai (neck blas)," terangnya.

Jenis serangan OPT bergantung dari usia tanaman padi. Kalau usia tanaman kurang dari 7 hari, biasanya keong emas. Di atas 30 hari biasanya hawar daun bakteri atau kresek. Sementara OPT yang sering muncul saat tanaman padi sudah berbulir atau menjelang panen, biasanya beluk alias penggerek batang padi. Serangan hama tersebut membuat tanaman padi tidak berdiri tegak.

"Sedangkan hama wereng batang cokelat itu biasanya muncul saat akan menjelang panen. Tanamannya tidak bisa berdiri karena pangkal malenya busuk," pungkasnya. (OL-12)

Baca Juga

Istimewa

Perampok Bersenpi Gasak Uang Puluhan Juta di Jambi

👤Solmi 🕔Kamis 09 April 2020, 14:50 WIB
DI tengah suasana galau pandemi virus korona (Covid-19), warga Kota Jambi dihebohkan aksi perampokan bersenjata api (senpi), Rabu sore...
MI/Adi Kristiadi

Warga Terkejut Polres Tasikmalaya Gelar Razia Masker

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 09 April 2020, 14:45 WIB
PENGENDARA terkaget-kaget karena takut ditilang, ternyata malah diberikan masker gratis untuk mencegah sebaran Covid-19. Petugas...
MI/SOLMI

Heboh Pasien Covid-19 Dipulangkan, RS: Saturasi Oksigen Normal

👤Solmi 🕔Kamis 09 April 2020, 13:51 WIB
Saturasi oksigennya (persentase haemoglobin yang berikatan dengan oksigen di pembuluh arteri) didiagnosa sudah normal, di atas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya