Selasa 25 Februari 2020, 17:11 WIB

Polres Temanggung Ringkus Gengster Sariayam

Tosiani | Nusantara
Polres Temanggung Ringkus Gengster Sariayam

MI/Tosiani
Gelar perkara penangkapan anggota gengster pelajar yang viral di medsos melakukan aksi meresahkan masyarakat, Selasa (25/2/2020).

 

Kepolisian Resort (Polres) Temanggung, Jawa Tengah meringkus empat orang anggota gengster pelajar yang beroperasi di kawasan Sariayam Parakan dan meresahkan masyarakat. Keberadaan gengster tersebut belakangan viral di media sosial (medsos).

Kepala Polres Temanggung Ajun Komisaris Besar (AKB) Muhammad Ali menerangkan, sebelumnya pada Sabtu (22/2/2020) malam pihaknya menerima informasi terkait adanya sekelompok pemuda berkendara sepeda motor membawa senjata tajam berupa clurit dan gear sambil berteriak-teriak meresahkan masyarakat. Aksi itu juga viral di medsos.

"Setelah diselidiki, mereka yang berkeluyuran bawa sajam dan gear, pada Senin (24/2/2020) pagi ditangkap. Ada empat orang yang ditangkap dengan barang bukti berupa sajam, gear, jaket, dan tas," terang Kapolres, Selasa (25/2/2020) dalam keterangan persnya.

Sejauh ini, menurut Kapolres, para anggota gengster itu belum melakukan kejahatan dan belum mengancam warga. Akan tetapi aksi mereka sudah meresahkan masyarakat. Penangkapan itu dimaksudkan untuk mencegah mereka agar jangan sampai menimbulkan konflik. Dari pantauannya, di medsos merekan sudah beberapa kali melakukan aksi itu.

"Sebagian masih pelajar sekolah setingkat SMK swasta. Motifnya karena mereka ingin menunjukan eksistensinya sebagai anggota kelompok geng. Kita antisipasi supaya tidak berkembang jadi genk motor lain," kata Ali.

Sejauh ini, lanjut Kapolres, pihaknya telah memanggil para orang tua, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Para anggota gengster dititipkan pada orang tua dan mereka hanya dikenai wajib lapor. Mereka dikenai Undang-Undang (UU) darurat pasal 2 ayat 1 terkait kepemilikan senjata tajam.

"Kami juga meminta Dinas Pendidikan supaya membuat program supaya anak-anak tidak begitu. Kita juga akan sosialisasi ke sekolah bahwa membawa sajam, mengeroyok orang bisa dipidana. Kita juga akan menelusuri keberadaan geng lain di Temanggung," kata Kapolres.

Salah seorang anggota genk mengungkapkan, selama ini pihaknya hanya berkumpul di sekitar RSUD Temanggung. Mereka bertingkah meresahkan masyarakat karena ingin membalas perlakuan anggota gengster pelajar lain yakni gengster 60 yang telah mengancam dengan mengalungkan celurit ke leher salah seorang rekannya.

"Kami bukan anggota genk, cuma kumpul di RSU. Kami berkendara dan bawa celurit karena teman kami ada yang dikalungi celurit oleh genkster 60  Kami cuma mau nakutin genkster itu saja," ungkap dia. (TS/OL-10)

Baca Juga

AFP

Takut Dirapid Test Puluhan Petugas Pilkada Pekalongan Mundur

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 10 Juli 2020, 15:45 WIB
PULUHAN Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengundurkan diri saat akan rapid...
MI/Widjajadi

Transaksi Hewan Kurban di Boyolali Masih Landai

👤Widjajadi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 15:15 WIB
TIGA pekan menjelang Idul Adha 2020, penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali masih melandai. Kendati harga hewan qurban...
MI/Apul Sianturi

Bansos untuk Penyandang Disabilitas diantar Petugas Pos

👤Apul Iskandar 🕔Jumat 10 Juli 2020, 15:00 WIB
PENYANDANG disabilitas di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos) tidak  perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya