Selasa 25 Februari 2020, 15:53 WIB

Ada PNM Rp15 T Untuk Jiwasraya, KemenBUMN : Masih Jauh

Faustinus Nua | Ekonomi
Ada PNM Rp15 T Untuk Jiwasraya, KemenBUMN : Masih Jauh

MI/Mohamad Irfan
Meneg BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri Kartika Wirjoatmajo (kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kiri).

 


Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menepis isu adanya penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp15 triliun untuk membayar dana nasabah Jiwasraya.

Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa dalam rapat Kementerian BUMN bersama Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR dibahas sejumlah opsi dan simulasi skenario penyelamatan nasabah dan kordinasi secara umum. Menurutnya opsi PMN bukan merupakan skema pilihan bagi Kementerian saat ini.

"Pernyataan bahwa Jiwasraya akan di bailout atau bailin atau PMN adalah pernyataan yang masih jauh dari pembahasan," ungkapnya melalui keterangan resmi, Selasa (25/2).

Dijelaskannya, Kementerian BUMN tengah menyiapkan skema yang tepat untuk menyelesaikan kasus gagal bayar dana nasabah. Skema tersebut lebih bersifat fundamental dan komprehensif.

Sementara terkait pembicaraan PMN, lanjutnya merupakan konteks umum industri asuransi nasional. Hal itu untuk memperkuat fundamental industri asuransi plat merah dan bukan untuk sekedar jiwasraya. Pasalanya, pihaknya harus memikirkan bagaimana pasar industri asuransi semakin sehat di masa depan dan memastikan tidak terjadi masalah serupa lagi.

"PMN tidak menjadi prioritas dalam penyelamatan Jiwasraya. Itu the last resort karena masih ada beberapa skenario yang didalami," imbuhnya.

Sebelumnya, beredar kabar adanya opsi PMN sebesar Rp15 triliun untuk menyehatkan Jiwasraya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR yang juga Ketua Panja Jiwasraya Aria Bima, seusai rapat menanggapi hal itu sebagai salah satu opsi penyehatan. Namun menurut Aria hingga saat ini belum terdapat kejelasan langkah penyehatan apa yang akan dipilih pemerintah.

Opsi yang diajukan saat ini sebatas pembentukan holding asuransi dan pembiayaan yang sedang diproses. Oleh karena itu, DPR belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Boleh saja kalau opsi Rp15 triliun apa penanaman modal negara, apa holdingnisasi, apa right issue. Muncul PMN, yang punya duit, juga bingung, enggak mudah loh," kata dia.(Van/E-1)

Baca Juga

MI/M Iqbal Al Machmudi

Tol Laut Dorong Perekonomian Masyarakat di Morotai

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:05 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) sebagai operator dan pengangkut logistik konsisten mengirim hasil bumi dari Morotai...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pelebaran Defisit Bermanfaat

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:30 WIB
Pendapatan pajak turun 13,7%, tapi masih dalam rentang perkiraan...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Komitmen pada Ekonomi Digital

👤Try/Ant/E-1 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 05:20 WIB
PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo dinilai mulai menunjukkan komitmen dalam upaya membangun ekonomi digital di Tanah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya