Selasa 25 Februari 2020, 15:48 WIB

Petualang AS Ajukan Permohonan Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Mitha Meinansi | Humaniora
Petualang AS Ajukan Permohonan Selamatkan Buaya Berkalung Ban

AFP
Petualang asal AS Forrest Galante juga pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animals Planet .

 

SATUAN tugas (Satgas) Penanganan Satwa, di bawah kendali Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah, hingga hari ini belum melanjutkan operasi penyelamatan seekor buaya muara di sungai Palu yang terlilit ban sepeda motor di lehernya.

Operasi tersebut dihentikan sementara waktu untuk memberikan kesempatan buaya berkalung ban yang menjadi incaran Satgas Penanganan Satwa, agar kembali beradaptasi dengan habitatnya, dan merasa tidak terganggu.

Dalam masa pemulihan saat ini, seorang petualang luar asal Amerika yang bekerja di bidang biologi satwa liar, Forrest Galante, yang mengkhususkan dirinya untuk mengeksplorasi hewan di ambang kepunahan, tengah mengajukan permohonan kepada BKSDA agar diperbolehkan membebaskan jeratan kalung ban dari leher buaya.

Pembawa acara televisi Extinct or Alive on Animals Planet itu, sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Begitu juga dengan BKSDA Sulteng, sudah menerima surat permohonan mengenai rencana Forrest Galante bersama tim dengan misi yang sama. Yakni mengeluarkan ban dari leher buaya muara di Sungai Palu. Namun kedatangannya belum dipastikan kapan akan tiba di Palu.

''Benar, tapi timnya belum datang ke Palu,'' ujar Haruna, Kepala Seksi Wilayah Kelas I Konservasi BKSDA Sulteng, yang bertindak sebagai Kasatgas Penanganan Satwa, Selasa (25/2).

Kelanjutan operasi penyelamatan buaya berkalung ban, hingga saat ini masih menunggu laporan dari Tim BKSDA yang melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Setelah laporan sudah masuk semua, baru kemudian ditentukan kapan tim akan turun kembali untuk menyelamatkan buaya  berkalung ban di Sungai Palu.

Sejauh ini, antusias warga dengan banyaknya orang yang menyaksikan kemunculan dan penyelamatan buaya berkalung ban, masih menjadi kendala bagi tim BKSDA Sulteng, untuk bekerja maksimal. Meski demikian,  buaya diharapkan segera terbebaskan dari jeratan ban motor bekas di lehernya. (MT/OL-10)

 

Baca Juga

DOK PUPUK KUJANG

Berkebun Hasilkan Produk Pangan dengan Tanamanku dari Pupuk Kujang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:00 WIB
Harapannya dengan adanya TanamanKu, masyarakat dapat berkebun di rumah dengan...
Antara

Jumlah Profesor Baru Capai 2,16% dari Total Dosen di Indonesia

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 06:15 WIB
JUMLAH Guru Besar atau Profesor di Indonesia saat ini baru mencapai 5.664 orang atau sekitar 2,16 persen dari total dosen di Indonesia yang...
ANTARA/Rivan Awal Lingga

Hasil Testing Covid-19 Menunjukkan 86% Terkonfirmasi Negatif

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 06:10 WIB
Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yaitu angka positivity rate sebesar 14%. Persentase itu menyatakan ada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya