Selasa 25 Februari 2020, 15:25 WIB

Bandung Raya Hujan Lebat dan Petir Hingga Awal Maret

Devi Gunawan | Nusantara
Bandung Raya Hujan Lebat dan Petir Hingga Awal Maret

Ilustrasi
Hujan lebat

 

BABDUNG raya diprediksi bakal terjadi hujan lebat disertai petir hingga awal bulan depan.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pola tekanan rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di Bandung Raya dan seluruh wilayah Indonesia.

"Sebagaimana yang telah disampaikan dalam prakiraan cuaca tanggal 23 Februari lalu, bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga periode Maret mendatang," ungkap Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, Selasa (25/2).

Tony menerangkan, keberadaan badai tropis Ferdinand yang terdeteksi sejak Senin (24/2) di Samudera Hindia selatan NTB, serta sirkulasi angin di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Banten menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

"Belokan angin juga terpantau terbentuk di sekitar wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku," ujarnya.

Sementara itu terjadi labilitas udara cukup kuat di beberapa wilayah, menurut dia, kondisi ini berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal terutama di Pesisir Barat Sumatera, Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Oleh karena itu, berdasarkan kondisi di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat terjadi secara kontinyu di seluruh daerah Indonesia hingga tanggal 2 Maret mendatang," katanya.

Terkait prospek cuaca ekstrem di Jabar, Tony mengungkapkan, bahwa pada saat ini terdapat massa udara basah di lapisan rendah yang terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Jabar memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang hingga kuat.

"Sehingga beberapa daerah berpotensi hujan sedang hingga lebat serta adanya wilayah yang berpotensi hujan disertai angin kencang disertai kilat dan petir," tuturnya.

Pihaknya mengingatkan masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Pakar: Penyemprotan Disinfektan Seharusnya Bukan ke Tubuh

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Sebenarnya disinfentan tidak perlu disemprotkan ke tubuh manusia, tetapi ke benda-benda yang sering digunakan bersama, misalnya gagang...
Antara

Pakar UGM: Tidak Perlu Lockdown Kampung

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Menurut Koordinator Tim Respons Covid-19 Universitas Gadjah Mada lockdown itu justru menjadi titik yang rawan penularan karena masyarakat...
MI/Bary

Pasar Tradisional di Denpasar Terapkan 'e-Semeton' Dukung Belanja

👤Ruta Suryana 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:10 WIB
Pasar tradisional di Denpasar yang menerapkan layanan belanja dari rumah atau online terus bertambah. Ini untuk mendukung imbauan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya