Selasa 25 Februari 2020, 13:03 WIB

Kepada DPD RI, Mentan Syahrul Paparkan Program Kementan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kepada DPD RI, Mentan Syahrul Paparkan Program Kementan

Istimewa/DPD
Mentan Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat kerja yang digelar Komite II DPD RI di Ruang Rapat Komite II Gedung B DPD, Jakarta, Senin (24/2

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat kerja yang digelar Komite II DPD RI di Ruang Rapat Komite II Gedung B DPD, Jakarta, Senin (24/2).

Dalam rapat tersebut, Mentan menjelaskan bahwa saat ini Kementan tengah fokus merealisasikan berbagai program kerja untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kesejahteraan petani.

"Sekarang kita sudah memiliki program Petani Masuk Sekolah (PMS) yang insyaallah akan kita terapkan di semua sekolah. Jadi, nantinya setelah lulus mereka sudah memiliki modal untuk usaha bertani. Kesejahteraan mereka pun pasti terjamin," ujar Mentan.

Selain itu, kata Syahrul, Kementan juga sudah merealisasikan sebagian program Keredit Usaha Rakyat (KUR) yang didistribusikan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah. Kata dia, program ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan jalanya usaha tani dan kesejahteraan petani.

"Bahkan kami sudah membentuk barisan Kostratani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) dengan program Geratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor sebagai ujung tombak ekonomi nasional. Kemudian kami diperkuat dengan Kecanggihan Agriculture War Room," katanya.

"Kami siap menggunakan Anggaran Kementan untuk kepentingan masyarakat, terutama untuk menaikan produksi pertanian kita," terang Syahrul.

Dalam kesempatanya, Syahrul juga menjamin adanya ketersediaan pangan yang cukup pada periode tahun ini. Terlebih pasokan kebutuhan untuk bulan suci Ramadhan dan hari raya Lebaran.

"Ini paling penting karena untuk mengantisipasi gejolak harga pada bulan Ramadhan, kami harus memastikan bahwa kebutuhan pangan harus cukup," katanya.

Adapun dalam rapat kerja ini dihadiri jajaran eselon 1 Kementan. Ke depan, Syahrul mengaku optimistis bahwa nilai ekspor pertanian Indonesia akan meningkat tajam.

"Walaupun saya tidak menampik bawa ada beberapa tantangan produksi pertanian yang ada. Mulai dari cuaca ekstrim, hama, hingga masalah regenerasi," tutupnya. (OL-09)

Baca Juga

Dok ACT Group

Efek Korona, Pengembang Maksimalkan Pemasaran Digital

👤Ahmad Punto 🕔Rabu 01 April 2020, 01:05 WIB
Di tengah krisis korona, pelaku industri termasuk industri properti dituntut makin kreatif dan inovatif dalam memasarkan...
Antara/Dedhez Anggara

WFH tak Ganggu Penyaluran FLPP bagi MBR

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 01 April 2020, 00:27 WIB
Total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga per 31 Maret 2020 telah mencapai Rp47,188 Triliun untuk 683.714 unit...
Dok Kemenkominfo

Pemerintah Luncurkan Aplikasi Berbasis AI untuk Perangi Korona

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 31 Maret 2020, 22:02 WIB
Teknologi AI menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler (ponsel) dan terhubung dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya