Selasa 25 Februari 2020, 10:01 WIB

Pertamina RU III Palembang Tekan Potensi Kecelakaan Kerja

Dwi Apriani | Nusantara
Pertamina RU III Palembang Tekan Potensi Kecelakaan Kerja

MI/DWI APRIANI
Pelatihan pemadaman kebakaran oleh manajemen Pertamina RU III Kilang Plaju di HSE Training Center Sungai Gerong.

 

SEMUA perusahaan energi nasional akan sangat mudah terjadi kecelakaan kerja.  Untuk mengantisipasinya dengan meminimalisir potensi dan terjadinya kecelakaan kerja. Pertamina Refenery Unit III Kilang Plaju Palembang menargetkan untuk menekan terjadinya kecelakaan kerja. Untuk menekan hal itu, berbagai upaya seperti pencegahan hingga penanganan sudah dilakukan lebih dini. Manager Communitcation, Relation adn CSR, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan Pertamina sebagai perusahaan energi memiliki high technology, high capital dan high risk. Karenanya sebagai perusahaan dengan risiko yang besar, Pertamina RU III Kilang Plaju pun fokus untuk antisipasi dan penanganan. 

"Pertamina sebagai perusahaan energi nasional tentunya high technology, high capital dan high risk. Kita setiap hari bergulir dengan risiko. Untuk menghandle risiko ini bukan hanya bagaimana cara menyelesaikan jika ada kejadian tapi mulai dari mitigasi dan barrier dengan menyakinkan agar tidak  terjadi bocor, tidak terjadi kebakaran," ungkap Rifky di Palembang, Selasa (25/2).

Diakuinya untuk pencegahannya tentu Pertamina RU III sudah memiliki mekanisme dan peralatan yang terpasang di semua unit kerja. Seperti gas detektor, fire alarm, operation prosedur dan terakhir adalah kekuatan manusia (manpower).

"Risiko kita ini tidak hanya dicegah dan diantisipasi dengan single barrier. Melainkan banyak. Kita lakukan assesment, mapping risiko. Jika masih muncul, barulah tim khusus kita turun. Tapi bukan hanya tim khusus, setiap tahun seluruh unsur, semua unit dan semua fungsi di Pertamina RU III kita latih untuk juga bisa tanggap hadapi jika muncul kecelakaan kerja seperti ini," kata dia.

Rifky menyebut, mereka adalah bagian dari tim cadangan darurat.   

"Ini yang kita latih, bahkan tim manajemen pun dilatih dan menjadi cadangan terakhir jika terjadi kecelakaan kerja," ucapnya.

Meski belum terjadi kecelakaan kerja yang besar, namun antisipasi itu selalu diutamakan Pertamina RU III.  

"Saat ada kejadian kecil seperti muncul flash (percikan api), langsung kita padamkan. Jadi tidak boleh menunggu besar karena penanganannya tentu akan menyulitkan," terang dia.

Dan khusus peringatan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ini, Pertamina RU III pun semakin gencar mengasah kemampuan pekerjanya untuk mampu menghadapi dan mengatasi jika terjadi kecelakaan kerja. Menurut Rifky, Bulan K3 ini merupakan momentum spesial karena Bulan K3 nasional sudah memasuki usia 50 tahun. Dan pelaksanaannya di Pertamina RU III Kilang Plaju ini pun semakin digencarkan untuk mempromosikan budaya kerja aman pada pekerja.

"Peringati Bulan K3 ini kegiatan kita cukup banyak mulai dari training tentang fireman, open house demo room, pelatihan keselamatan kerja bagi pekerja, keluarga pekerja, dan masyarakat, serta kegiatan lainnya. Kita  juga melakukan sosialisasi budaya tertib berlalu lintas pada masyarakat, pelatihan keselamatan kerja, hingga edukasi tentang narkoba sebagai rangkaian peringatan Bulan K3," ucapnya.

Dijelaskan Rifky, momen Bulan K3 ini menjadi penyegaran dan pengingat agar semua pekerja sigap dan aware saat ada kejadian. 

"Harapan kita memang agar  tidak muncul kejadian yang dapat merugikan kita semua dan perusahaan,"  terang dia.

Tiap Tahun Latih 4.000 Pekerja

Disisi lain, sebagai upaya mewujudlan visi menjadi perusahaan energi berkelas dunia, Pertamina terus memastikan aspek Health Safety Security and  Environment (HSSE) sebagai salah satu pilar utamanya. Mengusung semangat Pertamina One, Refinery Unit III Plaju dan HSE Training Center Sungai  Gerong bersinergi memperingati Bulan K3.

Keduanya pun terus berkomitmen dalam menumbuhkan kesadaran pentingnya menanamkan budaya kerja aman sejak dini. Manager HSE Training Center Sungai Gerong, Helmi Fadillah mengatakan pihaknya terus berupaya untuk  meminimalisir munculnya kecelakaan kerja dan menangani dengan cepat jika  terjadi kecelakaan kecil.

"Kita menghindari agar tidak terjadinya risiko karena sebagai upaya memastikan operasional di Pertamina dapat berjalan lancar. Karenanya setiap  pekerja maupun bukan pekerja harus memiliki kemampuan untuk tanggap hadapi risiko," jelasnya.

Melalui pelatihan-pelatihan dan asah kemampuan di HSE Training Center  inilah diyakini dapat menghasilkan pekerja yang mampu memiliki kemampuan untuk hadapi risiko yang muncul.

"Ini adalah persiapan jika terjadi kecelakaan, pelatihan seperti ini dilaksanakan mulai level operator hingga manajemen. Setiap kegiatan operasi  semuanya bisa menimbulkan insiden, target kita zero accident dan zero fatality," ucapnya.

Helmi menerangkan, setiap tahun lebih dari 4.000 pekerja maupun bukan pekerja yang mendapat pelatihan dan ketrampilan di HSE Training Center tersebut. Rencananya tahun mendatang diyakini bisa mencapai 6.000 pekerja yang mendapat pelatihan dan ketrampilan dalam hadapi risiko.

"Karenanya pelatihan seperti ini tidak hanya diberikan pada pekerja Pertamina saja. Melainkan juga kepada anak perusahaan Pertamina, BUMN lain, perusahaan lain yang bergerak dibidang energi dan lainnya," kata dia.

HSE TC merupakan fasilitas pelatihan untuk safety yang terbaik dan terlengkap yang dimiliki oleh Pertamina. Bagi para peserta, dalam setiap kelas dan praktik akan senantiasa didampingi oleh instruktur yang sudah ahli di bidangnya, jadi selain memastikan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik, saat praktik keamanan peserta akan dipastikan keselamatannya.

Saat ini, HSE TC telah memperoleh Sertifikasi dari Offshore Petroleum Industry Training Organization (OPITO) approved training center yang telah diakui lebih dari 46 negara. Pelatihan yang diberikan di HSE Training ini sebagai upaya mengimplementasikan aspek HSSE. Karena dalam menjaga aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan dalam operasional kegiatan menjadi tanggungjawab bersama.

"Karenanya juga perlu adanya upaya dalam meningkatkan kesadaran pegawai serta masyarakat dalam meminimalisir resiko keselamatan kerja," jelasnya.

baca juga: Jalur Perseorangan Masih Disukai

Helmi menyebutkan, untuk di unit-unit yang ada di Pertamina sendiri sudah  memiliki mitigasi yang handal dalam meminimalisir risiko keselamatan kerja.

"Dari hulu sampai hilir sudah diterapkan budaya safety. Bahkan mulai dari pengeboran. Karena accident bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Jika terjadi accident maka konsekuensinya luar biasa," tandasnya. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA/ABRIAWAN ABHE

Antisipasi Banjir, Pintu Air Bendungan Bili-bili Dibuka

👤Lina Herlina 🕔Selasa 07 April 2020, 07:28 WIB
Pembukaan pintu air dilakukan karena curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Jeneberang, sehingga mengakibatkan debit air Bendungan...
MI/Akhmad Safuan

NasDem Jepara Terus Giatkan Pencegahan Covid-19

👤Akhmad Safuan 🕔Selasa 07 April 2020, 07:20 WIB
Satgas Penanggulangan Covid-19  Partai NasDem menuju ke desa-desa untuk melakukan penyemprotan dan membagikan alat pelindung diri...
MI/Hijrah Ibrahim Jakaria

Di Ambon, Status Satu PDP Menjadi Positif Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 07:15 WIB
Pasien dengan label 02 tersebut sebelumnya memiliki riwayat sebagai pelaku perjalanan yakni Makassar untuk mengunjungi cucunya dan baru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya