Selasa 25 Februari 2020, 06:20 WIB

Naik Kelas, Indonesia Tetap Bisa Nikmati GSP

MI | Ekonomi
Naik Kelas, Indonesia Tetap Bisa Nikmati GSP

ANTARA
Menteri Keuangan Sri Mulyani

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia tak perlu khawatir atas keputusan Amerika Serikat (AS) yang mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang.

Pasalnya, keputusan itu tak akan menghilangkan fasilitas keringanan bea masuk impor atau skema generalized system of preferences (GSP) yang selama ini diberikan kepada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kalau dilihat dari pengumumannya, itu lebih ke countervailing duty (CVD) dan itu sangat spesifi k untuk CVD. CVD ini berbeda dengan GSP, tidak ada hubungannya itu sama sekali,” jelas Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Hal itu disampaikannya menyikapi keputusan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR) yang mengeluarkan
Indonesia dari status negara berkembang pada Minggu (23/2). Dengan keputusan itu, Indonesia disebut sudah naik kelas jadi negara maju.

Sri Mulyani mengatakan pencoretan Indonesia dari daftar negara berkembang itu hanya berpengaruh pada lima sektor komoditas dan tidak berpengaruh
banyak pada perdagangan Indonesia. Terlebih dalam beberapa tahun ke belakang, Indonesia telah masuk sebagai negara berpendapatan menengah.

“Jadi, ya memang harus terus meningkatkan competitiveness kita saja. Saya rasa dan harap keputusan AS itu hanya spesifik mengenai CVD. GSP masih belum ditetapkan, dan tentu kita juga akan lihat dari sisi industri untuk semakin kompetitif,” pungkas Sri Mulyani.

CVD merupakan bea yang dibebankan pemerintah atau negara pengimpor guna menyeimbangkan harga produk yang sama dari produsen dalam negeri. Tujuan CVD juga untuk menyeimbangkan harga produk asing berdasarkan subsidi ekspor yang mereka peroleh dari negara asal. (Mir/E-2)

 

 

Baca Juga

ANTARA

Panen Jagung Tahun Ini Diperkirakan Melimpah

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 07:35 WIB
Menurut Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir, ketersediaan jagung akan meningkat tajam seiring masa panen raya yang...
AFP

Investor Lirik Emas untuk Minimalisasi Dampak Krisis Ekonomi

👤Ant 🕔Selasa 07 April 2020, 05:15 WIB
Emas menjadi pilihan investor karena mereka khawatir bahwa dana talangan pemerintah dan suku bunga rendah akibat Covid-19 akan menyebabkan...
MI/Dwi Apriani

Dampak Covid-19, Semen Baturaja Diversifikasi Produk

👤Dwi Apriani 🕔Senin 06 April 2020, 21:29 WIB
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mulai menyiapkan sejumlah strategi untuk menunjang kinerja perseroan ditengah pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya