Selasa 25 Februari 2020, 04:00 WIB

Jalur Perseorangan Masih Disukai

Marliansyah | Nusantara
Jalur Perseorangan Masih Disukai

Ilustrasi
Pilkada

 

HINGGA hari terakhir masa pendaftaran dan penyerahan bukti dukungan, sejmlah bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan atau independen di beberapa daerah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk bertarung di pilkada serentak pada September mendatang. Namun ada juga daerah yang tidak memiliki calon independen.

Sampai Minggu (23/2) malam yang merupakan hari terakhir pendaftaran jalur independen, di Provinsi Bengkulu tercatat tujuh pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati perseorangan menyerahkan berkas dukungan di lima KPU kabupaten. Mereka mendaftar di KPU kabupaten Bengkulu Selatan, Kepahiang, Lebong, Bengkulu Utara, dan Rejang Lebong.

Di KPU Bengkulu Selatan ada pasangan Aliman Siana-Nurmansyah Samid, Bambang Suseno-Johari Salim, dan Yogi Pramadani-Suhirman Majid. Di KPU Kepahiang yang mendaftar ialah pasangan Edi Sunandar-Ice Rakizah, dan KPU Lebong, Armansyah Mursalin-Masropen.

Kemudian di KPU Bengkulu Utara, pasangan independen yang mendaftar yakni Emilia Puspita-Babul Hairien. Di kabupaten Rejang Lebong pasangan independennya adalah Syamsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah atau Sahe.

KPU di setiap kabupaten saat ini masih terus mengecek untuk memastikan jumlah KTP dan blanko dukungan yang diserahkabn para calon kepala derah sesuai dengan jumlah yang didaftarkan di KPU.

“Berkas pasangan calon bupati dan wakil bupati jalur perseorangan telah diterima KPU Bengkulu Utara, dan berkas segera diverifikasi,” kata Ketua KPU Bengkulu Utara Roges Mawansyah, kemarin.

Di Nusa Tenggara Timur tercatat enam pasangan calon perseorangan yang bakal meramaikan pilkada di lima kabupaten. Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan, semula ada tujuh pasangan calon yang menyerahkan berkas dukungan ke KPU, namun hanya enam pasangan yang lolos verifikasi.

Dari enam pasangan, dua di antara mereka berasal dari Kabupaten Ngada, yakni Dorothea Dhone-Arnoldus Keli Nani dan pasangan Fridus
Muga-Hermanus Say (Firman).

Kemudian, pasangan Wilfridus Pranda-Blasius Jeramun (Praja) di Manggarai Barat, Agustinus Talan-Yosef Akoit (Ayo) di Manggarai Barat, Takem Radja Pono-Herman Radja Haba (TRP-Hegi) di Sabu Raijua, dan pasangan Vinsensius Brisius Loe-Arnoldus da Silva Tavares (Viva Mateke) di Belu.

Menurut Thomas, satu pasangan yang ditolak adalah Florensius Boby Damara Utama Wijaya-Tunggu Etu di Sumba Timur. Pasangan itu hanya menyerahkan 14.411 dukungan dari syarat minimal 16.772 dukungan.


Gagal mendaftar

Salah satu daerah yang tidak memiliki bakal calon kepala daerah perseorangan, adalah Kota makassar, Sulawesi Selatan. satu-satunya pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Andi Budi Pawawoi-Idham Amiruddin, yang datang sekitar 10 menit menjelang penutupan penyerahan syarat dukungan, pulang dengan tangan hampa.

KPU Kota Makassar tidak menerima berkas pasangan tersebut, karena menurut Ketua KPU Makassar Farid Wajdih berkas mereka tidak lengkap
sesuai regulasi. “Tidak ada serah terima dokumen, karena berkas dukungan mereka tidak lengkap.
Mereka hanya membawa satu berkas atau syarat dari empat syarat dukungan, yaitu hanya dokumen atau form B1.KWK,” jelas Farid.

Padahal, yang harus diserahkan selain dokumen B1.KWK, tiga lainnya ialah B1.1. KWK atau rekapitulasi dukungan per kelurahan, dokumen B1.2.KWK atau pakta integritas, dan B2.KWK yakni rekaputasi sebaran dukungan. (PO/LN/UL/SL/LD/AS/BN/OL/BB/RF/AP/N-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Berhitung Matang sebelum Mengunci Kota

👤JI/DG/YH/MR/DW/PO/N-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 03:00 WIB
KENEKATAN Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono melakukan karantina wilayah secara ketat berbuah...
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Karantina 14 Hari bagi Pemudik

👤Tim/N-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 02:30 WIB
GELOMBANG kedatangan pemudik terbukti sulit dibendung. Sejumlah kepala daerah pun sigap menyiapkan karantina selama 14 hari bagi mereka...
MI/Pius Erlangga

Pakar: Penyemprotan Disinfektan Seharusnya Bukan ke Tubuh

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Sebenarnya disinfentan tidak perlu disemprotkan ke tubuh manusia, tetapi ke benda-benda yang sering digunakan bersama, misalnya gagang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya