Senin 24 Februari 2020, 20:30 WIB

Wapres: Institusi Riset Indonesia Lemah

Emir Chairullah | Humaniora
Wapres: Institusi Riset Indonesia Lemah

Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan adanya ironi dalam dunia penelitian di Indonesia. Walaupun memiliki anggaran Rp27 triliun, Indonesia hanya mempunyai 89 orang per satu juta penduduk.

“Vietnam hanya menganggarkan Rp24 triliun, namun jumlah penelitinya 673 per juta penduduk. Ini sekaligus menunjukkan lemahnya institusi riset di Indonesia,” kata Wapres saat membuka Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, hari ini.

Wapres menyebutkan, laporan Global Innovation Index 2019, Indonesia berada di peringkat ke-85 dari 129 negara di dunia. Sementara dalam hal penelitian, Indonesia berada di peringkat kedua terendah di Asean. “Indikator terburuknya adalah lemahnya institusi,” ujarnya.

Menurut Ma'ruf, pemerintah sebenarnya sudah menunjukkan keseriusan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam aspek pembangunan dengan meningkatkan anggaran riset. Karena itu, Wapres berharap BPPT terus mengembangkan inovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. “Salah satu tolak ukur keberhasilan BPPT yaitu masyarakat Indonesia menggunakan inovasi teknologi yang dihasilkan,” jelasnya.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menambahkan salah satu penyebab lemahnya inovasi di Indonesia adalah belum mumpuninya SDM di bidang riset di Indonesia, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. “Kalau dibandingkan negara maju memang situasinya belum standar. Kita bicara mengenai peneliti berkualifikasi S3, rasio SDM peneliti terhadap jumlah penduduk, ditambah dengan produktivitas penelitinya sendiri," ungkapnya.

Karena itu, untuk bisa meningkatkan kualitas riset dan inovasi, Bambang menyebutkan perlunya pembenahan serius terhadap SDM di bidang riset dan teknologi, karena para peneliti merupakan sumber dari lahirnya inovasi. “Untuk itu, upaya ke depan kita adalah debirokratisasi proses riset, karena riset tidak bisa dikembangkan dengan jenjang struktural, dengan rumitnya birokrasi seperti yang kita alami sekarang," ujarnya. (OL-8)

Baca Juga

DOK: KPI

Digitalisasi Penyiaran Tunaikan Informasi dan Pendidikan

👤S1-25 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 04:28 WIB
KPI menyambut baik rencana analog switch off (ASO) pada 2022, sebagai sebuah transformasi teknologi siaran yang akan memberi banyak manfaat...
AFP

Miley Cyrus Mengaku Pernah Melihat UFO

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 03:15 WIB
MUSIKUS asal Amerika Serikat, Miley Cyrus, barubaru ini membagikan pengalamannya yang tak...
Instagram @TIARAANDINI

Tiara Andini Masuk Nominasi Peraih AMI Awards

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:50 WIB
SATU hal yang tak disangka-sangka oleh Tiara Andini, 19, masuk sebagai salah satu nomine di AMI Awards...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya