Selasa 25 Februari 2020, 00:55 WIB

Eksploitasi Tambang Gencar Jelang Pilkada

MI | Nusantara
Eksploitasi Tambang Gencar Jelang Pilkada

Ilustrasi
Pilkada

 

EKSPLOITASI sumber daya alam batu bara di Pulau Kalimantan semakin gencar mendekati penyelenggaraan pilkada yang akan berlangsung September mendatang, karena menjadi sumber biaya politik. Kondisi itu mengancam kelestarian lingkungan.

“Becermin dari fenomena pemilu atau pilkada tahun-tahun sebelumnya,  eksploitasi sumber daya alam (SDA) batu bara akan semakin gencar menjelang pilkada. Hal ini juga perlu menjadi perhatian terutama organisasi lingkungan untuk mengawasi, praktik itu tidak hanya merugikan negara (korupsi) tetapi juga ancaman terhadap lingkungan,” kata akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Fikri Hadin, kemarin.

Ia mengungkapkan, ketika kewenangan sektor pertambangan berada di pemerintah kabupaten, kerap terjadi kasus penyimpangan yang berhubungan dengan pelaksanaan pemilu atau pilkada. Meski kini kewenangan sektor pertambangan ditangani pemerintah provinsi, terjadinya praktik jual beli perizinan tambang dan eksploitasi tambang batu bara masih sangat memungkinkan.

“Biaya politik saat pemilu atau pilkada sangat tinggi. Bagi daerah-daerah yang selama ini mengandalkan SDA tambang, sektor inilah yang banyak digunakan untuk membiayai,” tutur Fikri.

Menurutnya, salah satu cara untuk menekan tingginya biaya politik saat pilkada adalah dengan terus menerus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar memilih calon kepala daerah tidak berdasarkan uang (money politik), melainkan program yang ditawarkan.

Demikian juga parpol, lanjutnya, jangan lagi mensyaratkan mahar politik, tetapi menetapkan calon kepala daerah berdasarkan survei dan kelayakan calon.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono mengajak masyarakat unuk tidak memilih calon kepala daerah yang didukung atau berkolaborasi dengan perusahaan ataupun pengusaha tambang.

Kepala daerah yang didukung pengusaha tambang, katanya, akan membuat  eksploitasi SDA semakin gencar sehingga merusak lingkungan. Walhi mencatat eksploitasi dan ketergantungan terhadap energi fosil, khususnya batu bara memiliki dampak negatif dalam jangka panjang terhadap kesehatan, lingkungan hidup, dan perekonomian negara. Batu bara membebani Indonesia dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. (DY/N-1)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

BUMN di Sumsel Sumbang APD Bantu Tangani Covid-19

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 09 April 2020, 20:58 WIB
Sebanyak 46 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Sumatra Selatan (Sumsel) ikut ambil bagian penanggulangan covid-19, lewat bantuan...
dok pemprov jatim

Khofifah Minta Desa Miliki Layanan Observasi Mandiri Covid-19

👤Aries Wijaksena 🕔Kamis 09 April 2020, 20:23 WIB
Hal ini terutama untuk mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan berdatangan masuk ke Jawa Timur jelang bulan suci Ramadan dan...
Istimewa

Pengendara Motor Luput Tertimbun Longsor di Sukanagara Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 09 April 2020, 20:13 WIB
BERUNTUNG, dia berhasil menyelamatkan diri dengan cara meloncat saat material tanah ambruk dan menyeret sepeda...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya