Senin 24 Februari 2020, 18:46 WIB

Buntut "Berenang Bisa Hamil", Muncul Petisi Pembekuan KPAI

Akhmad Mustain | Humaniora
Buntut "Berenang Bisa Hamil", Muncul Petisi Pembekuan KPAI

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Siti Hikmawati

 

BUNTUT dari kehebohan yang ditimbulkan oleh Siti Hikmawati, tagar #PecatSittiHikmawatty pun menggema di dunia daring dan media sosial. Di twitter malah sempat menjadi trending. Bahkan muncul petisi dukungan untuk membekukan KPAI.

Pengumpulan tanda tangan untuk petisi tersebut dimuat dalam situs Charge.org yang diinisiasi oleh Founder Komunitas Suara Profesional dan Relawan Tangguh untuk Negeri (SPARTAN) Nusantara, Aven Jaman.

Jaman menjelaskan petisi pembekuan KPAI tersebut karena belum adanya dasar hukum untuk memecat Siti Hikmawati secara langsung oleh Presiden. Karena menurut Peraturan Presiden (PP) No 61 Tahun 2016 tentang KPAI Pasal 23 berbunyi bahwa Ketua, Wakil Ketua, Anggota KPAI diberhentikan tidak dengan hormat karena: a. dijatuhi pidana karena bersalah melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap; atau
b. melanggar kode etik KPAI.

"Melanggar Kode Etik kata ayat b Pasal 23. Bagaimana bisa menyebut Sitti melanggar Kode Etik jika Kode Etiknya tak ada? Bahkan tidak cuma itu, Dewan Etiknya saja belum terbentuk. Faktanya, Dewan Etik KPAI belum terbentuk sampai detik ini," ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Jaman, petisi ini dibuat untuk mendesak Presiden Jokowi membekukan dulu KPAI sementara waktu sampai Dewan Etik KPAI terbentuk.(OL-4)

Baca Juga

MI/ Bary F

Kebun Raya Bogor kembi Dibuka untuk Umum

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:20 WIB
Dia berharap, pengunjung dapat mengikuti protokol kunjungan yang berlaku di Kebun Raya untuk bersama-sama membantu mencegah penyebaran...
Dok. Pribadi

Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi dalam Salurkan Bansos Presiden

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 23:13 WIB
Paket bansos itu berisi 10 kg beras, 2 liter minyak goreng, sarden, saus, dan mie instan. Bansos akan disalurkan ke warga terdampak...
Antara/Aji Styawan

Terumbu Karang di Karimunjawa Rusak, Kerugian Capai Rp12 Juta/m2

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 07 Juli 2020, 22:49 WIB
Valuasi ekosistem terumbu karang yang dilakukan Munasik bersama sejumlah peneliti lainnya meliputi ecological value dan services...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya