Senin 24 Februari 2020, 16:36 WIB

Inilah Alasan Mahathir Mundur

Fajar Nugraha | Internasional
Inilah Alasan Mahathir Mundur

Mohd RASFAN / AFP
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad tiba di Istan Nasional, Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini.

 

MAHATHIR Mohamad memutuskan mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia. Banyak pertanyaan muncul setelah keputusan itu.

Sebelumnya pada Minggu 23 Februari, Mahathir sempat melakukan pertemuan dengan beberapa partai penguasa dan oposisi. Pertemuan diikuti Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) pimpinan Mahathir, UMNO, PAS, Gabungan Parti Sarawak, Parti Warisan Sabah dan faksi Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang diwakili Azmin Ali.

Selepas pertemuan itu, Anwar Ibrahim merasa terkejut dan mengatakan dirinya dikhianati oleh tokoh di koalisi Pakatan Harapan, terutama dari tubuh PKR sendiri. Anwar akhirnya melakukan pertemuan dengan Mahathir Senin 24 Februari pagi di kediamannya.

Usai pertemuan, Anwar mengaku Mahathir tetap berkomitmen dengan janjinya. Seorang sumber dari The Edge Markets mengatakan alasan mengapa Mahathir mundur.

“Perdana Menteri Mahathir Mohamad mundur karena tidak ingin dipaksa bekerja sama dengan UMNO,” sebut keterangan sumber itu, kepada The Edge Markets, hari ini.

UMNO (United Malays National Organisation) adalah partai yang sudah lama berkuasa di Malaysia dan kini menjadi oposisi utama. Mahathir dikenal sebagai pemimpin UMNO yang paling berpengaruh sebelum akhirnya keluar dan melawan partai itu pada 2018.

Pemimpin Malaysia berusia 94 tahun itu akan melakukan pertemuan dengan Raja Malaysia, Yang Di Pertuan Agung Sultan Abdullah, Senin sore pukul 17.00 waktu setempat. Sebelumnya, Anwar Ibrahim dan istrinya yang juga Wakil PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail baru saja melakukan pertemuan dengan Sultan Abdullah pada siang tadi.

Anwar dan Mahathir dikenal memiliki hubungan yang kurang harmonis. Namun keduanya berbaikan menjelang pemilihan umum Malaysia pada 2018. Kala itu, Mahathir berjanji akan menyerahkan kekuasaan ke Anwar.

Janji itu kemungkinan tidak akan terpenuhi, karena Mahathir mengundurkan diri dan koalisi Pakatan Harapan juga tidak lagi solid.

Namun, partai milik Mahathir, Partai Bersatu, telah mengumumkan akan keluar dari koalisi Pakatan Harapan -- mengindikasikan mereka dapat mencoba membentuk sendiri pemerintahan baru.

Sebelumnya, dua rival Anwar dari partainya sendiri, Mohamed Azmin Ali dan Zuraida Kamaruddin, telah dipecat. Keduanya dipandang sebagai tokoh kunci dalam upaya membentuk pemerintahan baru dan mencegah Anwar menjadi PM Malaysia.

Pada 2018, Anwar bekerja sama dengan Mahathir untuk menumbangkan pemerintahan Najib Razak yang terjerat skandal korupsi 1MDB. Keduanya memimpin sebuah aliansi dan berhasil menang dalam pemilu 2018. Setelah menang, Mahathir berjanji menyerahkan kekuasaan kepada Anwar dalam kurun waktu dua tahun.(Medcom.id/OL-4)

Baca Juga

AFP/Kena Betancur/Getty Images

WHO: Dunia Kekurangan 6 Juta Perawat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 April 2020, 08:30 WIB
Kepala Eksekutif ICN Howard Catton mengatakan tingkat infeksi, kesalahan medis, dan tingkat kematian lebih tinggi di negara yang kekurangan...
AFP/BEN STANSALL

Pandemi Covid-19, Miss England Kembali Bertugas Jadi Dokter

👤Dwi Tupani 🕔Selasa 07 April 2020, 08:12 WIB
Mukherjee menerima pesan dari mantan rekannya di rumah sakit lamanya, Rumah Sakit Pilgrim di Boston, Inggris timur, mengatakan kepadanya...
AFP/JIM WATSON

KBRI Washington DC Pantau Kesehatan WNI Lansia

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 08:10 WIB
Para lansia yang telah mendaftarkan diri akan didata suhu tubuhnya secara berkala dua kali sehari yaitu pada pukul 09.00 dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya