Senin 24 Februari 2020, 13:36 WIB

Marak Pencabulan, Predikat Depok Kota Layak Anak Dipertanyakan

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Marak Pencabulan, Predikat Depok Kota Layak Anak Dipertanyakan

Grafis Media Indonesia
UU Perlindungan Anak mengharuskan anak terbebas dari kejahatan seksual.

 

ANGGOTA DPRD Kota Depok dan Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia mengharapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan (PPPA) segera mengevaluasi predikat Kota Layak Anak (KLA) yang dberikannya kepada Pemerintah Kota Depok.

Hal itu karena Pemerintah Kota Depok tidak punya prospek yang bagus dalam pencapaian KLA lantaran daerah tersebut kerap dihantui kasus kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar (SD).

Anggota DPRD Kota Depok Sahat Farida Berlian mengungkapkan, Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad terkesan tutup mata atas kasus lima anak di bawah umur yang mendapatkan pelecehan seksual dari penjaga tempat ibadah di salah satu tempat ibadah di Kota Depok.

Baca juga: Terjadi di Depok, Pria Manula Cabuli 5 Bocah di Rumah Ibadah

Kelima bocah tersebut dicabuli seorang pria bernama Karsa, 62, di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Aksi bejat pria yang sudah bercucu 10 anak ini terungkap setelah salah salah satu dari korban mengadukan ikhwal tersebut ke orang tuanya yang diteruskan melapor ke Polres Metropolitan Depok, Minggu (23/2).

"Pelaku telah kami tangkap kini dalam pemeriksaan intensif tim reserse," ujar Kepala Polres Metropolitan Kota Depok Kombes Azis Andriansyah di Mapolres Metropolitan Kota Depok, Senin (24/2).

Sahat menjelaskan, kasus kekerasan terhadap lima anak usia SD bukan kali pertama terjadi melainkan sudah berkali- kali. "Keadaan ini bila tidak dituntaskan bisa mencabik-cabik wibawa pemerintah daerah itu," lanjutnya.

Politikus PDI Perjuangan Kota Depok itu juga mengaku heran terhadap Wali Kota Depok yang terkesan tutup mata. "Insya Allah setelah ganti wali kota 2020 prestasi kota layak anak di Kota Depok semoga semakin lebih baik, ucapnya Senin (24/2).

Ditemui secara terpisah, Kepala Keasistenan Tim 7 Ombudsman Republik Indobesia, Ahmad Sobirin, ikut menanggapi beberapa kekurangan Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad.

Ia mengatakan, untuk mewujudkn KLA sesuai dengan indikator yang ditetapkan PPPA, kali kota baiknya fokus melakukan beberapa program seperti fokus peningkatan untuk PAUD, SD untuk pemutaran film yang bisa memotivasi anak-anak, kemudian kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat serta didukung masyarakat.

"Selain program, Pemkot Depok juga perlu menghimbau keluarga untuk selaku membimbing dan mendengarkan keluhan dan pertanyaan dari si anak," ujar Sobirin. (KG/A-3)

Baca Juga

Antara/Risky Andrianto

Dilaporkan Mantan Istri, Vicky Prasetyo Ditahan di Rutan Salemba

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 21:34 WIB
"Kasus laporan Angle Lelga katanya Vicky melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah," kata kuasa hukum Vicky, Ramdan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

65% Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Sembuh, 5% Meninggal Dunia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 07 Juli 2020, 21:15 WIB
Sampai dengan hari ini kami laporkan, 405 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.379 orang melakukan self isolation di...
AFP/Brent Stirton

Ada Konser Drive-In, Ini Protokol Medis yang Disiapkan Promotor

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 07 Juli 2020, 21:13 WIB
Berlian Entertainment bekerja sama dengan pihak ketiga yakni Safety World untuk menangani teknis penerapan protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya