Senin 24 Februari 2020, 12:12 WIB

Ahli Sebut Penularan Virus Korona Lebih Cepat di Kapal Pesiar

Antara | Humaniora
Ahli Sebut Penularan Virus Korona Lebih Cepat di Kapal Pesiar

AFP
Paparan virus korona jenis baru di kapal pesiar Diamond Princess lebih cepat menyebar karena kondisi ruangan tidak terpapar panas.

 

AHLI Mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sugiyono Saputra mengatakan penyebaran COVID-19 bisa lebih cepat terjadi di kapal pesiar Diamond Princess dikarenakan kondisi di dalam ruangan yang tidak terpapar panas. Hal itu membuat ketahanan virus menjadi lebih tinggi.

"Bukti adanya mutasi memang belum ada tapi mengapa penyebaran bisa lebih cepat di situ. Bisa dikarenakan kondisi indoor, jadi orang lebih mudah berkumpul dan ketahanan virusnya jadi lebih tinggi," kata Sugiyono di Jakarta, Senin (24/2).

Kemungkinan jika di dalam ruangan, kata dia, dengan faktor kelembaban akan memungkinkan virus bertahan lebih lama. Ditambah juga ketiadaan paparan sinar ultraviolet yang bisa membantu mematikan virus. Dia tidak memungkiri adanya kemungkinan mutasi dari COVID-19. Tapi hal tersebut memerlukan pembuktian dengan penelitian dan pengujian.
 
"Kalau bicara mutasi memungkinkan sih iya, tapi buktinya belum ada. Tapi untuk kapal pesiar mungkin lebih ke arah faktor lingkungan," tegasnya.

 Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengkhawatirkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess.   Menurut, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto berdasarkan beberapa referensi termasuk dari World Health Organization menunjukkan ada yang terinfeksi COVID-19 tapi memiliki gejala klinis ringan seperti flu biasa.

baca juga: KBRI di Korsel Minta WNI Waspada Virus Korona

Oleh karena itu, menurut Yurianto, WNI yang berasal dari kapal pesiar akan menjalani masa inkubasi lebih panjang dibandingkan 14 hari observasi yang dialami WNI dari Wuhan, China di Natuna.  Kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang sebelumnya dilaporkan memiliki 630 kasus positif COVID-19 termasuk 4 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal pesiar tersebut.  Total 74 orang WNI yang juga berada di kapal itu dinyatakan sehat, rencananya akan dipulangkan ke Indonesia. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok.SOHO

BNPB Apresiasi para Pendonor untuk Tim Medis Covid-19

👤Achmad Maulana 🕔Rabu 01 April 2020, 21:41 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Doni Monardo meminta seluruh lapisan masyarakat bersatu padu mendukung seluruh kebijakan...
Antara/Sigid Kurniawan

Kemenkes Masih Susun Permenkes untuk Aturan PSBB

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 01 April 2020, 21:32 WIB
"Permenkes sedang kita buat dari tadi siang," kata Achmad...
Istimewa/BPJS Kesehatan

CHIKA dan VIKA Beri Warna Baru Dalam Pelayanan BPJS Kesehatan 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 April 2020, 21:04 WIB
Hadirnya layanan dalam fitur CHIKA dan VIKA diharapkan mampu membantu peserta JKN-KIS memenuhi kebutuhannya dalam kepesertaan Program...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya