Senin 24 Februari 2020, 11:49 WIB

KBRI di Korsel Minta WNI Waspada Virus Korona

Marcheilla Ariesta | Internasional
KBRI di Korsel Minta WNI Waspada Virus Korona

AFP/Jung Yeon-je
Petugas berpakaian pelindung menyemprotkan disinfektan di sebuah pasar di Seoul, Korsel, untuk mencegah penyebaran virus korona.

 

KEDUTAAN Besar RI di Seoul, Korea Selatan (Korsel) meminta warga negara Indonesia (WNI) di negara itu untuk selalu waspada dan tetap tenang menghadapi virus korona COVID-19. Pasalnya, angka korban terinfeksi korona di Korsel terus bertambah hingga mencapai lebih dari 700 orang.

"KBRI Seoul mengimbau seluruh WNI di Korea agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun melakukan tindakan-tindakan pencegahan penularan virus korona," kata KBRI Seoul dalam pernyataan di situs resmi mereka, Senin (24/2).

KBRI menambahkan, jika WNI memiliki masalah kesehatan agar segera berkonsultasi dan mengunjungi pusat kesehatan setempat.

Baca juga: Korsel Siaga Satu Virus Korona

Mereka juga meminta agar menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan akut.

"Dan segera melaporkannya kepada pihak terkait apabila menemukan orang dengan gejala dimaksud," imbuh KBRI.

KBRI Seoul mengatakan pemerintah Korsel melakukan kebijakan pengetatan di bandara bagi penumpang keluar masuk. Mereka juga melakukan karantina terhadap penumpang atau warga Korsel yang masuk dan dicurigai terinfeksi korona.

"Disarankan kepada seluruh WNI yang tinggal dan akan mengunjungi Korea Selatan untuk senantiasa mengikuti arahan petugas kesehatan saat dilakukan pemeriksaan kesehatan di bandara dan tempat-tempat umum," seru mereka.

KBRI Seoul memiliki layanan telepon hotline bagi WNI dan dapat dihubungi WNI di nomor +82-10-5394-2546.

Korsel melaporkan tambahan 161 kasus terbaru virus korona COVID-19 pada hari ini, Senin (24/2), yang menjadikan angka totalnya mencapai 763.

Angka tersebut merupakan yang terbesar di luar Tiongkok, negara pusat penyebaran virus korona.

Lonjakan kasus korona di Korsel dikait-kaitkan dengan sekelompok anggota grup keagamaan di Kota Daegu. Sebagian besar kasus korona di 'Negeri Gingseng' terkait dengan gereja Shincheonji Church of Jesus di kota tersebut.

Dalam tambahan kasus 161 kasus terbaru pun, 129 di antaranya berasal dari Kota Daegu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengonfirmasi adanya tambahan dua kematian akibat korona, sehingga total korban tewas mencapai tujuh orang.

Minggu (23/2), Presiden Korsel Moon Jae-in menaikkan status siaga virus korona ke level tertinggi. Penaikan status dinilai perlu untuk memperkuat respons pemerintah dalam menanggulangi COVID-19. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Berisik Saat Lockdown, Pria Tembak Mati Lima Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:19 WIB
Seorang pria di Rusia menembak mati lima orang karena ribut berisik pada malam hari di jalan di bawah huniannya, kata para penyelidik,...
MI/Duta

Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 17:40 WIB
Orangtua bayi kembar yang lahir di Rumah Sakit Dr Bhimrao Ambedkar Memorial di Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, memberi nama...
AFP / Aidan JONES

Dilema Para ‘Phim’ dan Ancaman Terinfeksi Virus Korona di Bangkok

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 05 April 2020, 14:33 WIB
Kendati diselimuti kekhawatiran terpapar Covid-19, para 'Phim' nekat mencari pelanggan demi uang buat membayar biaya sewa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya