Senin 24 Februari 2020, 11:39 WIB

Penyebaran Global Covid-19 Munculkan Ketakutan Pandemi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Penyebaran Global Covid-19 Munculkan Ketakutan Pandemi

AFP
Sejumlah warga di Casalpusterlengo, Italia mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, untuk mencegah penularan virus korona.

 

WABAH virus korona baru (Covid-19) yang dengan cepat menyebar ke berbagai negara meningkatkan rasa takut warga dunia. Virus tersebut akan berkembang menjadi pandemi dengan konsekuensi yang mengganggu dan mematikan bagi negara-negara di seluruh dunia. Kekhawatiran itu menyeruak setelah peningkatan tajam infeksi Covid-19 di Korea Selatan, Italia, dan Iran.

Lonjakan infeksi di Korea Selatan dan Italia, dan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah kematian di Iran selama akhir pekan, memukul pasar saham Asia dan bursa berjangka Wall Street pada Senin (24/2), karena investor melarikan diri ke safe havens seperti emas.

Saham dan harga minyak jatuh sementara emas melonjak ke level tertinggi tujuh tahun. Won Korea jatuh 0,8% ke level terendah sejak Agustus.

"Aliran berita dari akhir pekan telah mengubah permainan. Fokusnya lebih pada ancaman wabah di luar Tiongkok," kata Chris Weston, kepala penelitian di broker Pepperstone.

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan dia akan berbicara dengan rekan-rekannya di Eropa segera untuk membahas cara terbaik untuk mengatasi kemungkinan epidemi di Eropa. Hal itu setelah orang ketiga meninggal di Italia karena terpapar virus korona baru. Jumlah pasien positif terinfeksi virus korona melonjak menjadi lebih dari 150 orang.

Italia menutup kota-kota yang terkena dampak paling parah dan melarang pertemuan publik di banyak bagian utara, termasuk menghentikan karnaval di Venesia, untuk membendung wabah terbesar di Eropa. Hampir selusin kota di Lombardy dan Veneto dengan populasi gabungan sekitar 50.000 orang telah dikarantina. Para petugas berwenang hingga kini masih menyelidiki bagaimana wabah itu dimulai.

Austria menghentikan layanan kereta api di pegunungan Alpen dari Italia, sekitar empat jam setelah dua pelancong menunjukkan gejala demam. Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer mengatakan satuan tugas virus korona akan bertemu pada Senin untuk membahas apakah akan memperkenalkan kontrol perbatasan dengan Italia. Komisaris Urusan Ekonomi Uni Eropa, Paolo Gentiloni, mengatakan Brussels percaya pada langkah-langkah yang diambil otoritas Italia dan tidak perlu panik.

Di Korea Selatan, pihak berwenang melaporkan 161 kasus baru pada Senin (24/2), membuat total menjadi 763. Hingga kini tercatat tujuh orang dilaporkan meninggal.

baca juga: Turki Tutup Perbatasan dengan Iran Terkait Virus Korona

Iran, yang mengumumkan dua kasus pertamanya pada Rabu, mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi 43 kasus dan delapan kematian, dengan sebagian besar infeksi di kota suci Syiah, Qom. Arab Saudi, Kuwait, Irak, Turki, dan Afghanistan memberlakukan pembatasan perjalanan dan imigrasi pada Teheran. Virus korona baru telah menewaskan 2.442 orang di Tiongkok. Negara tersebut memiliki 76.936 kasus Covid-19, yang telah memengaruhi ekonomi terbesar kedua di dunia. (CNA/OL-3)

 

 

Baca Juga

Antaranews.com

KBRI di Roma Masih Sediakan Layanan Kekonsuleran

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 20:00 WIB
KBRI Roma untuk sementara waktu tidak menyediakan layanan kekonsuleran untuk warga negara...
AFP/NICOLAS TUCAT

Prancis Gunakan Kereta Kecepatan Tinggi Evakuasi Pasien Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 18:30 WIB
Prancis, Minggu (29/3), melakukan evakuasi pasien virus covid-19 dari rumah sakit di wilayah timur memakai kereta...
AFP/Joel Saget

Dalam Sehari, 292 Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Prancis

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 16:13 WIB
Pemerintah Prancis melaporkan 292 kasus kematian akibat covid-19 dalam sehari. Secara keseluruhan, jumlah korban jiwa mencapai 2.606...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya