Senin 24 Februari 2020, 09:30 WIB

Penghentian 36 Penyelidikan Berdasarkan Evaluasi Matang

Cah/X-11 | Politik dan Hukum
Penghentian 36 Penyelidikan Berdasarkan Evaluasi Matang

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberi keterangan terkait penghentian penyelidikan 36 kasus dugaan korupsi oleh KPK di Jumat (21/2/2020)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa penghentian 36 perkara rasuah di tahap penyelidikan merupakan hasil dari evaluasi yang matang dan ketat. Landasan kasus-kasus yang tak kunjung memenuhi syarat masuk penyidikan sejak 2008 hingga 2019 itu mengarah pada operasi tangkap tangan (OTT).

"Hasil review itu dilaporkan ke pimpinan untuk di-review ulang. Jika memang tidak ada bukti permulaan yang cukup, prosesnya dihentikan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri pada diskusi Crosscheck by Medcom.id bertajuk Dear KPK, Kok Main Hapus Kasus? di Jakarta, kemarin.

Fikri menyebut bahwa sebelum pelaporan ke pimpinan dan diputuskan untuk dihentikan, sebanyak 36 perkara yang berada di tahap penyelidikan itu telah melewati evaluasi ketat. Jumlah tersebut bagian dari 366 perkara tunggakan yang telah mendapatkan surat perintah penyelidikan. Usia surat itu juga beragam, mulai 2008 sampai 2019.

Dikatakannya, hampir seluruhnya dari 36 perkara yang telah ditutup itu masuk kategori penyelidikan tertutup yang mengarah ke OTT. Proses itu rumit karena memerlukan bukti permulaan yang kuat sebelum dilanjutkan ke penyadapan. Laporan dugaan korupsi mandek di tahap tersebut ketika tidak kunjung mendapatkan bukti dan informasi menyangkut barang bukti.

KPK juga menegaskan tidak akan membuka ke publik soal 36 kasus korupsi yang tahap penyelidikannya dihentikan. Hal itu berdasarkan asas praduga tidak bersalah yang harus dijunjung dalam penegakan hukum. Hanya pelapor yang akan mendapatkan penjelasan secara terperinci, termasuk alasannya.

"Pelapor boleh bertanya kelanjutan kasusnya bagaimana saat ini," kata Fikri.

Dalam acara yang sama, mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta pimpinan KPK era Firli Bahuri jangan terlena beradaptasi supaya tindakan dan lompatan pemberantasan korupsi kembali meningkat.

Menurut dia, proses adaptasi terlalu lama akan menghambat pengambilan keputusan yang dituntut cepat.

Saut juga mengatakan penghentian 36 perkara di tingkat penyelidikan yang baru saja diputuskan KPK ialah bagian dari proses evaluasi dan pembelajaran. Selain itu, imbuhnya, tidak mudah juga bekerja dengan perubahan nomenklatur organisasi seperti adanya Dewan Pengawas KPK. (Cah/X-11)

Baca Juga

MI/BARY FATHAHILAH

Survei Publik Sebut Kinerja Jaksa Agung Memuaskan

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:53 WIB
Survei mengukur dua hal isu utama, yakni tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dan kinerja para...
Ilustrasi/ Antara

Presiden: RUU Cipta Kerja Dibutuhkan untuk Reformasi Struktural

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:45 WIB
"Sekali lagi, agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, dan peluang kerja segera bertambah luas," imbuh...
MI/M IRFAN

Komisi Yudisial Tanggapi Permintaan Nasabah WanaArtha

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:40 WIB
KY akan mengirim surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat supaya mempertimbangkan rasa keadilan para...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya