Senin 24 Februari 2020, 09:22 WIB

Anies Diminta Serius Atasi Banjir

Putri Anisa Yuliani | Nusantara
Anies Diminta Serius Atasi Banjir

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) mengi

 

Jakarta kembali dihantam banjir akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak kemarin dini hari. Banjir tersebut tercatat merupakan yang ketujuh yang terjadi sejak 1 Januari hingga 23 Februari.

Karena itu, ahli tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih serius menangani banjir. Pasalnya banjir terus berulang hingga tujuh kali hanya dalam waktu dua bulan.

"Gubernur DKI sama sekali tidak ada upaya serius pencegahan mengatasi banjir sejak awal Januari hingga banjir hari ini. Kok bisa-bisanya klaim berhasil mengatasi banjir," kata Nirwono, kemarin.

Banjir yang terus berulang itu dikatakannya sudah membuat frustrasi warga, terutama yang terdampak oleh banjir. Anies, di mata dia, jauh lebih memperhatikan proyek lain yang lebih prestisius daripada menangani banjir di puncak musim hujan. "Malah sibuk ngurusin revitalisasi dan Formula E di Monas," tegasnya.

Nirwono lantas berkelakar Anies harus bersyukur karena hujan ekstrem selalu tumpah saat akhir pekan sehingga warga tidak terlalu terganggu dan tidak menyebabkan lumpuhnya perekonomian. Yang perlu dilakukan untuk mencegah banjir berulang, masih kata Nirwono, ialah menormalisasi sungai, waduk, embung, situ, dan saluran.

Senada, pengamat kebijakan transportasi publik Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan kesigapan Anies dalam menangani banjir. "Beberapa hari lalu ketika BMKG umumkan akan terjadi curah hujan tinggi di Jakarta, Gubernur Anies pernah katakan sudah siap menerima air hujan dan Jakarta tidak akan banjir. Ternyata hari ini (kemarin) Jakarta banjir lagi di banyak area," kata Tigor, kemarin.

Namun, pengamat kebijakan publik Amir Hamzah menilai terlalu ekstrem jika ada yang menyatakan Jakarta sudah darurat banjir.

 

Meluas

Banjir yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu (22/2) malam hingga kemarin siang dilaporkan semakin meluas. Pada pukul 06.00 WIB ada 55 RW yang dilaporkan terendam. Hingga kemarin siang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta merilis data adanya 108 RW, atau 3,9% RW di DKI Jakarta, yang terdampak oleh banjir.

Wilayah itu tersebar di 55 kelurahan dan 25 kecamatan. Sebanyak 213 gardu listrik disebut juga belum menyala akibat ikut terdampak. Genangan di beberapa titik lintasan bus Trans-Jakarta pun membuat layanan transportasi itu memodifikasi rute.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemarin, dilaporkan mengecek lokasi banjir di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, yang terendam hingga 50 cm. Di lokasi itu Anies didampingi Ketua Fraksi Partai NasDem Wibi Andrino. Anies menyebut sudah mengoordinasikan seluruh jajaran untuk membantu warga yang terjebak.

Ia berjanji mengupayakan banjir segera surut dengan membuka pintu-pintu air di pesisir. Anies menyebutkan kemarin dini hari gelombang di Teluk Jakarta meninggi akibat waktunya pasang naik laut. "Begitu (air pasang) surut, semua pintu air akan dibuka sehingga banjir bisa surut," ungkapnya.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menyayangkan ketidaksigapan petugas dalam menangani banjir. Hal itu, kata dia, akibat kurangnya koordinasi.

"Buat apa rekan-rekan PJLP dan pasukan biru ada, tapi enggak ada komando? Kalau dikasih komando, gerak kok mereka. Lalu, kalau dia (Anies) taruh kepala dinas yang bukan jagonya di situ, repot juga, Bos," tandas Prasetyo. (Ins/And/X-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Berhitung Matang sebelum Mengunci Kota

👤JI/DG/YH/MR/DW/PO/N-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 03:00 WIB
KENEKATAN Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono melakukan karantina wilayah secara ketat berbuah...
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Karantina 14 Hari bagi Pemudik

👤Tim/N-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 02:30 WIB
GELOMBANG kedatangan pemudik terbukti sulit dibendung. Sejumlah kepala daerah pun sigap menyiapkan karantina selama 14 hari bagi mereka...
MI/Pius Erlangga

Pakar: Penyemprotan Disinfektan Seharusnya Bukan ke Tubuh

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:55 WIB
Sebenarnya disinfentan tidak perlu disemprotkan ke tubuh manusia, tetapi ke benda-benda yang sering digunakan bersama, misalnya gagang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya