Senin 24 Februari 2020, 07:30 WIB

98 RW di Jakarta Masih Terdampak Banjir, 743 KK Mengungsi

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
98 RW di Jakarta Masih Terdampak Banjir, 743 KK Mengungsi

ANTARA/ Fakhri Hermansyah
Sejumlah warga menaiki perahu saat banjir di Pulomas, Jakarta Timur, Minggu (23/2)

 

BERDASARKAN data yang dihimpun Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah terjadi penurunan wilayah terdampak banjir.

Hingga Minggu (23/2) pukul 18.00 WIB, terdapat 98 RW terdampak atau sekitar 3,6%. Angka ini telah turun dari jumlah sebelumnya pada pukul 12.00 WIB sebanyak 125 RW (4,6%) dengan wilayah paling banyak terdampak di Jakarta Timur.

"Terdapat 743 kepala keluarga pengungsi yang berada di 27 lokasi pengungsian," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Subejo dalam keterangan resmi, Senin (24/2).

Adapun persebaran wilayah terdampak yaitu Jakarta Pusat 9 RW, Jakarta Utara 32 RW, Jakarta Barat 6 RW, Jakarta Selatan 9 RW, dan Jakarta Timur 42 RW.

Baca juga: Banjir Jakarta, Jangan Salahkan Bogor

Ketinggian air rata-rata mencapai 5-30 cm hingga 90-120 cm. Pemprov DKI Jakarta terus bersiaga selama musim penghujan, melalui Satgas Dinas Sumber Daya Air, Satgas Dinas Bina Marga, BPBD, dan PPSU Kelurahan.

Kediagaan itu dilakukan dengan mengerahkan pompa mobile, membersihkan dan melancarkan tali air, membersihkan sampah maupun lumpur di saluran air, agar genangan cepat surut, baik itu di ruas jalan hingga kawasan permukiman.

Selain itu, petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Kelurahan, Kecamatan, dan Puskesmas juga menyiapkan lokasi pengungsian, serta menyiapkan kebutuhan logistik dan kesehatan yang dibutuhkan.

"Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan kepada warga untuk selalu bersiaga dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi selama Februari dan berhati-hati dengan bahaya sengatan listrik dan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan selama musim penghujan," tandas Subejo.

Sebelumnya, curah hujan ekstrem juga terjadi sejak Jumat (21/2).

Menurut data dari BMKG pada Jumat (21/2) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (22/2), curah hujan ekstrem terjadi di dua wilayah, yaitu Setiabudi Timur dan Waduk Melati yang masing-masing mencapai 105 mm per hari dengan kategori hujan sangat lebat. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Pemkab Bogor Terus Lakukan Upaya Atasi Masalah Banjir

👤Dede Susianti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:02 WIB
BBWS dan Kementerian PUPR diharapkan segera menyelesaikan persoalan Kali Cikeas dan Cileungsi, karena keduanya berada di Kabupaten Bogor,...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Kepulan Asap Masjid Istiqlal Akibat Kabel Listrik Terbakar

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 20:45 WIB
Kepulan asap sempat keluar di depan Masjid Istiqlal akibat adanya kabel listrik yang ditanam di bawah tanah terbakar pada Minggu (25/10)...
ANTARA

Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Libur Panjang

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 16:29 WIB
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menyiapkan rekayasa lalu lintas mengantisipasi kepadatan kendaraan selama puncak arus mudik libur...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya