Minggu 23 Februari 2020, 19:02 WIB

Balon Pilbup Sidoarjo, BHS Sebut Survei Jangan Jadi Orderan

Wibowo Sangkala | Nusantara
Balon Pilbup Sidoarjo, BHS Sebut Survei Jangan Jadi Orderan

MI/WIBOWO SANGKALA
Balon Pilbup Sidoarjo, Bambang Haryo.

 

Balon Pilbup Sidoarjo, Bambang Haryo Sebut Survei Jangan Sampai Jadi OrderanBakal Calon Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center. Namun, Bambang mengatakan bahwa hasil survei Alvara itu, membuat tim BHS semakin kuat dan bekerja keras menatap kontestasi Pilbup Sidoarjo.

Akan tetapi, kata dia, dirinya lebih memilih hasil dari lembaga survei yang kredibel dan memiliki reputasi yang bagus serta menjadi parameter oleh partai-partai di Sidoarjo.

"Ada lembaga survei, Republik Institute, Saiful Mujani Research Center (SMRC) digunakan Partai Demokrat; kemudian PKB menggunakan Pusdeham; Golkar menggunakan LSI dan Indobarometer, Poltracking; PDIP gunakan LSI dan Denny JA. Kemudian Gerindra menggunakan Charta Politika yang mana ini paling disukai pak Prabowo, tentu hanya mempercayakan kepada lembaga survei yang kredibel saja," kata Bambang Haryo, saat ditemui wartawan, Minggu (23/2/202).

Dia melanjutkan, lembaga survei harus mengedepankan independensi dan sesuai dengan metedologi ilmiah, serta tidak berdasarkan orderan atau pesanan salah satu pihak, untuk melakukan framing.

"Mengenai survei dari Alvara itu ya kita terima kasih saja, dan tim kita tidak terpengaruh dengan survei-survei semacam itu, karena kita hanya gunakan parameter yang resmi, sejauh ini tim tetap solid bergerak. Jadi biar masyarakat yang menilai," ucap BHS.

Terpisah, Gus Hamdi, Pakar Politik dari Universitas Islam Majapahit (Unim) saat dihubungi, Jumat (21/2) mengatakan, bahwa setiap hasil survei harus berdasarkan penelitian ilmiah, tidak asal-asal dan persentasenya yang rasional.

"Saya rasa, survei tersebut justru akan menguatkan bakal calon bupati yang lain. Pastinya tidak membawa pengaruh signifikan, karena meskipun survei itu tinggi, realitas di lapangan akan berbeda, bisa jadi Bambang Haryo lebih tinggi, karena melihat di lapangan pak Bambang sangat pro-aktif turun ke lapangan," kata Hamdi.

Sementara itu, Suwono, Ketua DPC Gerindra Sidoarjo saat dimintai tanggapannya mengenai survei itu mengaku santai. "Kami santai, tidak terpengaruh. Survei itu justru membuat tim dari Bambang Haryo bekerja lebih keras lagi sehingga menorehkan hasil terbaik, karena perjalanan masih panjang," ucapnya singkat.

Menurut survei Alvara Center, BHS berada di posisi ketiga dengan 29% saja. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menempati posisi pertama dengan tingkat pengenalan publik 69,1%. Kemudian disusul Kelana Aprilianto dengan pengenalan 49,9%, dan Nur Ahmad Syaifuddin 20%. (WB/OL-10)

Baca Juga

Antara

Tambahan 7500 APD dan 37.500 Masker untuk Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
Pemprov Bali mendapatkan tambahan 7500 Alat Pelindung Diri (APD) dan 37.500 buah masker dari Pemerintah Pusat untuk mendukung pencehan dan...
MI/Susanto

Gedung Karantina Babel punya Tim Medis Khusus Covid-19

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 03 April 2020, 23:15 WIB
Pemprov kepulauan Bangka Belitung menyiapkan tim dokter dan perawat untuk menangani ODP dan PDP yang dirawat di gedung...
MI/Widjajadi

Pasien Meninggal karena Covid-19 Bertambah Satu Orang

👤Widjajadi 🕔Jumat 03 April 2020, 22:35 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC) Kota Solo menginformasikan satu pasien covid-19 meninggal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya