Minggu 23 Februari 2020, 16:46 WIB

20 Ribu Warga Kurang Mampu belum Dapatkan BPNT

Kristiadi | Humaniora
20 Ribu Warga Kurang Mampu belum Dapatkan BPNT

ANTARA
Menteri Sosial Juliari Batubara (kiri) berinteraksi dengan sejumlah warga penerima manfaat saat penyaluran BNPT.

 

Sebanyak 20 ribu warga kurang mampu yang berada di Kota Tasikmalaya belum mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari salah satu Program Keluarga Harapan (PKH). Kini, bantuan sosial dari pemerintah tersebut belum bisa mengakomodasi seluruhnya dari setiap kali pengajuan hingga berimbas kepada naiknya angka kemiskinan.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Nana Rosadi mengatakan, sekitar 70 ribu warga Kota Tasikmalaya tidak mampu. Selama ini sering mengajukan bantuan untuk supaya bisa mengakomodasi seluruhnya. Akan tetapi, di tahun 2019 yang dapat hanya 47 ribu saja, tetapi di tahun ini ada penambahan kuota sekitar 2 ribu tapi masih jauh untuk mencapai keseluruhan.

"Warga kurang mampu di Kota Tasikmalaya di tahun ini ada penambahan kuota penerima bantuan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, namun ke depan bantuan warga miskin bisa bertambah kembali. Karena, penambahan tersebut sebanyak 2.000 menjadi 49 ribu dan mereka akan mendapatkan bantuan BPNT dari program keluarga harapan (PKH)," katanya, Minggu (23/2/2020).

Nana mengatakan, warga kurang mampu di Kota Tasikmalaya sendiri terus didorong agar mereka bisa masuk sebagai penerima untuk bisa hidup mandiri, sejahtera dan juga tidak perlu lagi mendapat bantuan melalui proses graduasi dan pemerintah daerah hanya tetap berharap agar semuanya terakomodasi. Namun, yang masih belum masuk masih mencapai 20 ribu lagi hingga mereka tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Jumlah warga miskin di Kota Tasikmalaya ini masih banyak, dan berdampak kepada angka kemiskinan dan penggangguran masih tinggi di Jabar. Akan tetapi, pemerintah memang tak bisa berbuat banyak meski setiap tahun selalu mengajukan agar jumlahnya tersebut menurun tapi pemerintah pusat hanya memberi kuota 2 ribu bisa mendapatkan BPNT," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhamad Yusuf mengatakan, kemiskinan di Kota Tasikmalaya selama ini masih tertinggi dibandingkan dengan kota lainnya berada di Jawa Barat. Namun, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan menciptakan usaha baru dengan menjaring 100 pengangguran untuk dijadikan wirausahawan dengan bekerja sama dengan PT Sumber Prima Anugrah Abadi (PT SPAA).

"Program pengentasan pengangguran hingga menurunkan angka kemiskinan bisa terbantu. Karena, kemiskinan di Kota Tasikmalaya telah menunjukkan penurunan dari sebelumnya 14,6% menjadi 11,6%. Tapi untuk angka pengangguran turun menjadi 0,04% dari jumlah masih ribuan orang," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

IGI Usul kepada Mendikbud Hapus Jalur Prestasi pada PPDB

👤Fer/H-1 🕔Senin 30 Maret 2020, 01:30 WIB
Hasil survei yang mereka selenggarakan, sebagian besar guru di Indonesia menyatakan bahwa nilai rapor bisa...
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

👤Fer/H-1 🕔Senin 30 Maret 2020, 01:00 WIB
BMKG memprediksi pada akhir Maret hingga awal Mei 2020 sebagian besar wilayah Indonesia memasuki periode pancaroba, yaitu peralihan musim...
Sumber: Indobarometer/NRC

Edukasi Masyarakat Perlu Digencarkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:40 WIB
Kesadaran dan peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 merupakan kunci utama keberhasilan Indonesia dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya