Minggu 23 Februari 2020, 08:55 WIB

Jangan Salah Mengerti Saya Menghargai Warga

(Usman Kansong/Hendra Saputra/X-3) | Weekend
Jangan Salah Mengerti Saya Menghargai Warga

MI/Agus Mulyawan
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ketika memberikan sambutan pada acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh

"MOHON maaf atas kekhilafan di masa lalu, Bapak Presiden."

Pernyataan ini disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ketika memberikan sambutan pada acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh, kemarin.

Hadirin tersenyum seraya berbisik satu sama lain bahwa yang dimaksud kekhilafan oleh Gubernur ialah kekalahan Jokowi di gelaran pilpres. Pada Pilpres 2014, Jokowi kalah tipis dari Prabowo. Pada Pilpres 2019, Jokowi kalah telak dari Prabowo.

Surya Paloh selaku Pembina Yayasan Sukma tergerak menanggapi permohonan maaf Plt Gubernur Aceh tersebut.

"Tadi dikatakan mohon maaf atas kesalahpahaman, tetapi hati Pak Jokowi untuk Aceh," kata Surya saat memberi sambutan.

Apa reaksi Presiden Jokowi setelah mendengar permohonan maaf Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah?

"Jangan salah pengertian. Pilpres sukses dan aman. Saya menghargai warga Aceh yang telah menjalankan hak-hak politiknya,"kata Jokowi.

Jokowi pun menuturkan sekelumit kisah dirinya saat tinggal dan bekerja di Aceh. Menurutnya, dia tidak asing dengan istilah kenduri dalam budaya Aceh.

"Dulu saya sering diundang kenduri kawinan, (khanduri meukawen), khanduri syukuran. Saya masih ingat itu," jelas Jokowi.

Ketika bekerja di PT Kertas Kraft Aceh sekitar 1986-1989, Jokowi menetap di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Bener Meriah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara memuji tarian Aceh Ratoh Jaroe yang sangat dinamis dan menggambarkan budaya Aceh. Menurutnya, saat pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, semua negara memberikan apresiasi terhadap tarian itu karena amat menakjubkan.

Jokowi pun tidak lupa memaparkan beberapa program pemerintah pusat untuk Aceh, seperti infrastruktur tol, investasi, pemenuhan perjanjian Helsinski, dan dana otonomi khusus. (Usman Kansong/Hendra Saputra/X-3)

Baca Juga

ALERIE MACON / AFP

Sejumlah Museum Terancam Tutup Permanen Pasca Pandemi Covid-19

👤Fathurrozak 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:22 WIB
UNESCO dan ICOM memprediksi museum-museum yang berada di Afrika, Asia, dan negara-negara Arab lebih berisiko tutup daripada museum di Eropa...
Juni Kriswanto / AFP

Kesembuhan Nenek asal Jatim dari Covid 19 Viral di Luar Negeri

👤Adiyanto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:00 WIB
Siti Aminah, menantu Kamtim menyatakan, kesembuhan mertuanya lantaran dia disiplin dan bersemangat selama...
Dok. Pribadi

Bidasan Bahasa Normal Baru

👤Suprianto Annaf Redaktur Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:55 WIB
Masyarakat kenormalan baru berperilaku hidup lebih sehat. Bukan individualistis, koruptif, sekuler, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya