Sabtu 22 Februari 2020, 17:00 WIB

Produk Perikanan Indonesia Makin Diminati Dunia

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Produk Perikanan Indonesia Makin Diminati Dunia

Dok. Cahaya Bahari Corportaion
Peresmian Cold Storage Cahaya Bahari Coporation

 

PRODUK perikanan Indonesia makin diminati oleh pasar dunia.  Salah satunya terlihat dari aktivitas ekspor produk perikanan yang dilakukan Cahaya Bahari Corporation yang sudah tembus ke sebelas negara di tiga benua.

Sebelas negara tersebut adalah Tiongkok, Malaysia, Jepang, Taiwan, Vietnam, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Singapura, Australia, Brasil, dan Jordania. Saat ini, Cahaya Bahari bahkan sedang mempersiapkan ekspansi ke negara-negara Eropa.

Satu langkah yang disiapkan untuk ekspansi itu adalah membuat gedung cold storage baru di kawasan pelabuhan perikanan Muara Angke, Jakarta Utara.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto ikut meresmikan gedung yang dikelola anak sudaha Cahaya Bahari, PT. Gabungan Samudera Internasional itu.

Wiranto mengatakan, gedung cold storage itu merupakan bagian dari usaha untuk mengembangkan industri perikanan Indonesia.

Baca juga : Kiara Soal Ekspor Lobster : Perhatikan Aspek Lain yang Esensial

“Saya gembira, anak muda kita mampu memprakarsai bidang usaha yang lagi bagus. Perikanan. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut. Tapi kita belum mampu melakukan eksploitasi dengan baik. Maka kita bersyukur, di tengah kondisi dunia seperti saat ini, ekspor ikan perusahaan ini cukup bagus. Dan saya akan terus berikan nasehat  pada perusahaan ini agar berkembang. Agar cold storage ini betul-betul bermanfaat,” kata Wiranto.

Wiranto berharap, peresmian gedung cold storage itu juga berkontribusi pada perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Pemerintah saat ini, kata dia, sangat serius memajukan ekonomi. Targetnya adalah Indonesia masuk lima besar ekonomi dunia pada 2030.

“Tentu itu ada syaratnya. Salah satunya adalah memperbanyak entrepreneur. Memperbanyak investasi. Paling tidak rasio antar penduduk dan entrepreneur 14 persen. Kita baru 3,1 persen. Masih banyak. Jangkauan kita ke depan. Apa yang dilakukan Cahaya Bahari Corporation ini adalah bagian dari itu,” kata Wiranto.

President Director Cahaya Bahari Corporation Then Herry mengatakan, gedung cold storage yang baru diresmikan itu akan menunjang ekspor perikanan Indonesia karena akan semakin banyak jumlah ikan yang dapat disimpan dan disegarkan, untuk kemudian dikirim ke luar negeri.

Cold storage adalah ruang yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu untuk penyimpanan dan pengolahan ikan agar kesegaran dan kualitasnya terjaga dengan baik.

"Tujuannya adalah untuk membantu para pengolah ikan dengan menyediakan ruang penyimpanan dan pengolahan agar membuat produk olahan yang lebih berkualitas. Dengan harga yang lebih kompetitif. Sehingga pada akhirnya, kami dapat mendukung perekonomian nelayan dan pengusaha Indonesia,” kata Herry.

Sebagai negara maritim terbesar di Asia Tenggara, menurut Herry, potensi perikanan Indonesia sangat besar. Potensi itu, jika dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya akan membuat industri perikanan maju, tapi juga akan membuat ekonomi nelayan terangkat.

Berdiri pada 2014, Cahaya Bahari Corporation kini mampu mengekspor minimal 500 ton ikan tiap bulannya. Jumlah eskpor itu tidak berkurang meski awal tahun ini dunia dihantui krisis akibat virus korona.

“Ekspor kami stabil hingga saat ini. Bahkan cenderung naik. Semangat kami adalah kami ingin produk perikanan Indonesia manjadi yang paling diminati oleh masyarakat dunia. Agar Indonesia sebagai negara maritim terbesar di Asia Tenggara dapat dipertahankan,” katanya.

Baca juga : Edhy Diminta Perbarui Regulasi KKP

Ke depan, kata Herry, pihaknya akan memperbanyak ekspor produk olahan jadi. Tidak hanya ikan segar. Karena dengan cold storage hal itu sangat dimungkinkan.

“Saat ini kami sudah mulai mengembangkan budidaya ikan. Kita bergerak di cumi. Kami adalah eksportir cumi terbesar ke dua di Indonesia. Tapi kami juga mulai mengembangkan ekspor olahan. Produk olahan yang berbahan perikanan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni, mengaku senang dengan hadirnya gedung baru cold storage itu.

Sebab, semakin banyak gedung cold storage maka akan semakin banyak ikan yang disimpan dan dijaga kualitas dan kesegarannya. Dengan begitu, volume diskribusi, baik dalam bentuk ikan segar maupun dalam bentuk olahan, juga akan makin banyak.

“Saya sangat bangga dan mendukung keberadaan cold storage ini karena kebutuhan besar dalam rangka merealisasikan penyimpanan dan ekspor hasil perikanan. Ini juga sangat membanggakan bagi kami karena ini semakin mengokohkan status baru Muara Angke sebagai pelabuhan perikanan nusantara,” kata Darjamuni. (OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Nilai Tukar Rupiah terus Menguat, BI Optimistis target tercapai

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:34 WIB
Ia pun optimistis, target Rp15 ribu pee dolar AS pada akhir tahun ini bisa tercapai....
Ilustasi

Korpri Harapkan Pensiunan ASN Tetap Peroleh THR

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 07 April 2020, 17:22 WIB
Zudan menyebutkan, walaupun pihaknya sepakat dengan wacana yang digulirkan pemerintah, ada beberapa elemen ASN dan mantan ASN yang...
MI/Anggoro

SKK Migas Salurkan Bantuan Rp5 M Untuk Daerah Terdampak Covid-19

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 07 April 2020, 16:54 WIB
SKK Migas memberikan bantuan senilai Rp5 miliar yang telah disalurkan dan dialokasikan kepada 11 provinsi yang terdampak virus korona atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya